depok.go.id – Kepemilikan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) merupakan kewajiban bagi para pelaku usaha makanan. Adanya nomor SPP-IRT ini, maka produk makanan yang dijual ke masyarakat sudah memenuhi syarat-syarat pangan legal dan kesehatan.

Adapun untuk membuat SPP-IRT ini, para pengusaha UKM terlebih dahulu harus mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP). Selanjutnya mereka akan mendapatkan sertifikat PKP dan dengan sertifikat itu mereka dapat mengajukan untuk membuat SPP-IRT.

“Sertifikat PKP ini menjadi satu syarat untuk mengajukan SPP-IRT,” ujar Kepala Seksi POM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Sih Mahayanti.

Upaya memudahkan para pelaku usaha, maka untuk tahun depan Dinkes akan menambah kegiatan PKP serta menambah jumlah pesertanya. Jika pada tahun sebelumnya dalam setahun Dinkes hanya mengadakan dua kali PKP dengan jumlah peserta sebanyak 20, maka pada tahun depan Dinkes akan mengadakan PKP sebanyak tiga kali dan dengan jumlah peserta sebanyak 25.

“Penambahan ini kami lakukan untuk memudahkan mereka, karena banyak yang tidak dapat ikut di Depok dan ikut PKP di kota lain,”

Sebenarnya mereka dapat mengikuti PKP di dinas kesehatan kota lain, seperti di Bogor, Jakarta, atau Tangerang. Sertifikat dari sana juga dapat digunakan untuk mengajukan SPP-IRT di Dinkes Kota Depok.

“Selama ini peserta pengajuan SPP-IRT berjumlah 50-60 setahun, itu berarti ada beberapa yang mengikuti PKP di luar kota. Diharapkan penambahan pada tahun depan dapat memudahkan mereka, jadinya mereka tak perlu ikut PKP di kota lain,” ujar Sih. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :