sidang isbath nikah_2

depok.go.id – Sebanyak 60 pasangan pengantin pagi tadi mengikuti isbat nikah yang diadakan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Kementerian Agama, dan Pengadilan Agama Kota Depok, Jumat (18/09/2015). Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad turut membuka kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Cipayung ini.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan bahwa pelayanan ini dilakukan untuk merealisasikan Undang-Undang Administrasi Kependudukan Nomor 23 Tahun 2006 yang mewajibkan seluruh masyarakat untuk melaporkan bukti nikah serta akta kelahiran anak kepada dinas terkait.

“Para warga tidak dipungut biaya, ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat dalam mewujudkan sikap yang tertib akan hukum,” ujar Munir.

Sementara itu, Idris Abdul Shomad selaku Wakil Walikota Depok mengatakan bahwa isbat nikah ini sejatinya bukanlah sekedar proses administrasi saja, tetapi juga sebagai bentuk pembangunan peradaban, karena peradaban bangsa harus dibangun dari ketahanan keluarga dan itu merupakan komitmen dari Pemkot Depok.

Adanya akta nikah ini, maka nantinya tiap anak hasil nikah siri juga akan mendapatkan akta kelahiran, sehingga status anak tersebut akan diakui secara sah oleh negara.

“Depok ingin mengembangkan SDM melalui ketahanan keluarga dan pemuda, karena ini merupakan hal penting untuk masa depan,” ujar Idris.

Salah satu peserta isbat nikah, Amit mengatakan bahwa dirinya bersama sang istri Salamah sangat berterimakasih dengan adanya pelayanan gratis ini. Menurutnya, dia merasa terbantu dengan adanya pemberian akta nikah gratis ini.

“Alhamdulillah, terima kasih untuk pihak Pemkot atas layanan ini,” ujarnya.

Isbat nikah sendiri adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum. Setelah diadakan isbat nikah, maka pasangan suami istri yang sebelumnya sudah menikah secara siri akan mendapatkan akta nikah atau buku nikah yang sah. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :