sidang isbath nikah_3

depok.go.id – Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Achmad Yusuf menargetkan 550 pasangan yang menikah secara siri untuk mendapatkan akta nikah melalui program isbat nikah yang dicanangkan oleh Pemkot Depok. Hal tersebut disampaikan Yusuf saat kegiatan isbat nikah di Kecamatan Cipayung, Jumat (18/09/2019).

“Itu target kami, melihat antusias masyarakat sekarang ini kami optimis target tersebut akan tercapai,” ujarnya.

Yusuf mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 280 pasangan yang mengikuti isbat nikah yang dilaksanakan perdana pada bulan Maret lalu. Jumlah tersebut merupakan data peserta dari 5 kecamatan, yaitu Tapos, Bojongsari, Cinere, Pancoran Mas, dan Cipayung.

“Itu baru di 5 kecamatan saja, tahun ini kami akan melaksanakan di 11 kecamatan, jadi jumlah tersebut pasti akan meningkat,” ujar Yusuf.

Dalam kegiatan isbat nikah ini ada tiga kegiatan yang akan dilakukan, pertama adalah pengesahan perkawinan oleh pengadilan agama, kedua penerbitan kutipan akta nikah oleh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, dan ketiga adalah penerbitan kutipan akta kelahiran bagi anak hasil pernikahan siri.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Disdukcapil atas program Kota Layak Anak (KLA) di Depok dengan memberikan pembuatan akta kelahiran anak hasil pernikahan siri. Perlu diketahui bahwa akta kelahiran merupakan salah satu hak anak dalam cluster KLA, yaitu anak berhak memiliki identitas dan tercatat secara resmi di pencatatan negara.

Sebenarnya anak dari hasil nikah siri tetap memiliki akta kelahiran, namun di dalam akta tersebut tidak tercantum nama ayahnya. Adanya akta nikah ini, maka anak tersebut akan mendapatkan akta kelahiran yang nama kedua orangtuanya tercantum.

“Intinya memang agar anak bisa mendapatkan identitas, dalam hal ini adalah akta kelahiran,” tutup Yusuf. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :