depok.go.id – Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan tunai bersyarat untuk meringankan beban Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang mangambil bidang kesehatan dan pendidikan. Pada bidang kesehatan program PKH tersebut menyasar untuk Balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Sementara di bidang pendidikan program tersebut meyasar kepada anak-anak usia sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Adapun untuk pembagian uang tunai di bidang kesehatan sendiri terbagi atas beberapa komponen bantuan. PKH menyalurkan bantuan kesehatan Rp 1.000.000 pertahun, yang pembayarannya dilakukan 3 bulan sekali. Sementara di bidang pendidikan, SD mendapatkan bantuan Rp 500.000 pertahun, SMP mendapat bantuan sebesar Rp 1.000.000 juta pertahun, dan SMA Rp 1.000.000 juta pertahun, serta bantuan tetap Rp 300.000.

Kepala Bidang Sosial Disnakersos, Ani Rahmawati menerangkan bahwa PKH merupakan program Kementerian Sosial RI yang sasarannya Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.

“PKH ini dibuat agar sebuah keluarga lebih sehat dan cerdas, dengan syarat keluarga tersebut memenuhi komitmen memelihara kesehatan ibu dan balita, serta menyekolahkan anaknya sampai SMA,” ujar Ani.

Lebih lanjut Ani mengungkapkan bahwa peserta PKH ini merupakan keluarga miskin yang di dalamnya terdapat satu atau lebih kriteria ibu hamil, ibu nifas, anak usia 0-6 tahun, serta anak usia 7-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar sembilan tahun.

“Nantinya pendamping PKH akan menilai peserta PKH atas setiap komponen bantuan yang ada. Jadi dana bantuan yang disalurkan akan selalu berbeda-beda, tergantung kehadiran pemeriksaan kesehatan ibu dan kehadiran anaknya sekolah tidak pernah absen,” tandas Ani. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :