pelayanan deteksi dini kanker servixdepok.go.id – World Health Organization (WHO) dalam catatannya menyebutkan setidaknya dari 15.000 kasus kanker serviks (leher rahim) yang ada, 8000 di antaranya berakhir dengan kematian. Hal tersebut disebabkan telatnya pendeteksian kanker yang diderita. Demikian diutarakan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, Jumat (18/09/2015).

Nur Azizah mengungkapkan bahwa Indonesia sendiri terkenal dengan jumlah penderita kanker serviks terbesar di dunia. “Menurut data yang ada, penderita kanker serviks di Indonesia setidaknya terdapat satu pasien yang meninggal. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dalam deteksi dini, sehingga baru diketahui menderita kanker serviks setelah stadium lanjut,” ujar Nur Azizah.

Bahayanya penyakit ini menjangkit kaum wanita membuat YKI Cabang Kota Depok memfasilitasi klinik pelayanan deteksi dini kanker serviks. Wanita yang juga Ketua TP PKK Kota Depok itu mengatakan, pelayanan deteksi kanker serviks untuk launching kali ini melayani 55 orang dengan secara cuma-cuma. Ke depannya bagi warga yang ingin memeriksakan diri (pap smear) akan diberikan subsidi, sehingga pasien hanya membayar setengah dari harga yang ada di rumah sakit. Klinik pelayanan pap smear ini juga dilengkapi dengan dokter yang handal, serta sarana dan prasaranan yang memadai.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menyambut positif pembukaan klinik pelayanan deteksi kanker serviks yang mengambil tempat di sekretariat bersama PKK Kota Depok. Ia berharap dengan adanya klinik ini dapat menumbuhkan tingkat kesadaran warga khususnya kaum wanita dalam memperhatikan kesehatan reproduksinya.

“Pemkot Depok terus berupaya dalam pelayanan kesehatan bagi warga khususnya kaum perempuan, mudah-mudahan timbul kesadaran dan kepedulian untuk deteksi dini guna mengetahui lebih dulu kanker serviks,” tutur Nur Mahmudi.

Sementara itu, kanker serviks yaitu kanker (tumbuhnya sel-sel abnormal dalam tubuh manusia) yang tumbuh dalam leher rahim organ reproduksi wanita. Kanker serviks ini umumnya disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). Selain itu dapat pula disebabkan oleh paparan sinar radiasi atau pencemaran bahan kimia. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :