Kaum ibu di Kelurahan Limo berkumpul untuk membuat kerajinan rajutan. (Foto: Istimewa)

depok.go.id- Sejumlah perempuan di Kelurahan Limo membangun kelompok rajut bernama Teratai Craft untuk menambah penghasilan keluarga. Dengan dibentuknya kelompok rajut itu, Teratai Craft ingin lebih meningkatkan derajat kaum ibu untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat sekitar.

Pendiri Teratai Craft, Santi (39) mengaku, awalnya hanya sendiri menekuni usaha rajutannya pada tahun 2016. Dari sana, Santi melihat peluang usaha rajut dan ingin menularkan keahliannya di lingkungannya. Terlebih, usaha rajut ini bisa membantu meningkatkan ekonomi.

“Saya ingin membantu warga meningkatkan ekonomi mereka. Untuk itu, saya enggunakan ilmu ini untuk memberikan pelatihan merajut kepada para ibu di Kelurahan Limo,” ujarnya kepada depok.go.id, Selasa (18/09).

Dikatakannya, pelatihan merajut yang dilakukannya dibantu juga oleh pemerintah dan masyarakat terutama Komunitas Himpunan Masyarakat Peduli Lingkungan (Himpel) Kelurahan Limo. Dirinya bermitra dengan Himpel Limo agar kegiatan merajut dapat menjadi UMKM bagi warga Limo.

“Jika sendiri, pengerjaan 1 tas bisa memakan waktu seminggu. Namun, kalau secara kelomopok tentunya akan bisa lebih cepat dan lebih banyak produksinya. Karena permintaan konsumen semakin banyak. Jadi walau masih skala kecil, tetapi peluang usahanya sangat bagus,” terangnya.

Dirinya menambahkan, tidak hanya membuat tas rajutan, pihaknya juga membuat dompet dan sepatu. Untuk bahan baku benang, disediakan secara kolektif.

“Saya ingin membuat para ibu di Limo memiliki penghasilan tanpa menggangu kewajiban sebagai istri dan ibu. Terlebih, kerajinan merajut ini bisa dilakukan di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Himpel Limo, Ahmad Afandi menambahkan, pihaknya berupaya mempertemukan kelompok merajut Teratai Craft kepada pemerintah setempat agar difasilitasi untuk menjadi UMKM di wilayah Limo. Menurutnya, upaya positif dari masyarakat ini harus didukung oleh semua pihak.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :