bintek keprotokolan_2depok.go.id – Pembawa acara atau yang sering dikenal MC (Mater of Ceremony) merupakan profesi yang kegiatan utamanya adalah menyampaikan acara dalam suatu peristiwa tertentu, baik yang bersifat kenegaraan, perusahaan, kemasyarakatan, ataupun keluarga.

Pentingnya profesi tersebut dimiliki setiap orang yang berada di instansi pemerintah, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Depok mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Peragaan Pembawa Acara di aula lantai 5, Balai Kota Depok, Rabu (18/11/15).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 11 kecamatan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rencananya, acara yang menghadirkan narasumber dari Protokol Kenegaraan ini akan berlangsung selama dua hari, terhitung sejak hari ini dan besok (19/11/15).

“Selama ini di OPD dan kecamatan setiap ada acara, selalu mengajukan surat ke Humas Protokol untuk menghadirkan MC, sedangkan MC kita terbatas. Maka dari itu, kita berikan pelatihan seperti ini untuk melatih serta mendidik mereka agar berani tampil di depan audience, sehingga nantinya diharapkan setiap OPD dan kecamatan bisa mandiri dengan memakai MC sendiri,” ujar Kepala Sub Bagian Protokol, R. Tranto Dwi Hardjono.

Selain teori, nantinya peserta akan diberikan table manner untuk belajar melatih gerak tubuh dan praktek langsung berbicara di depan peserta lain. Tujuannya agar melatih mental dan mengasah pengetahuan di bidang MC.

Sementara itu, narasumber dari Protokol Kepresidenan, Henny Ratam, mengatakan Public Speaking bukan hanya sebagai ilmu yang memerlukan pengetahuan dasar, melainkan juga suatu seni yang berkaitan dengan keterampilan.

“Materi yang diberikan lebih ke stretching dan aturan keprotokolan. Mulai dari pembawa acara, teknik menyusun acara, berlatih olah vokal dan materi inner beauty dengan personality development. Tujuannya hanya ingin mereka bisa membawakan acara di wilayahnya masing-masing,” ujar mantan MC kepresidenan di era Soeharto.

Dirinya berpesan agar kemampuan dan kemahiran peserta diasah sedini mungkin, sebab semua itu akan tergantung kepada ‘jam terbang’ masing-masing orang. “Hindari ‘menolak’ penugasan atau permintaan menjadi pembawa acara, lakukan saja yang terbaik, lama kelamaan maka akan terlatih,” tegasnya. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :