depok.go.id-Guna mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen membentuk sarana pendidikan yang ramah anak. Tidak hanya menyasar lembaga pendidikan umum, sebagai bentuk keseriusan melindungi hak anak Pemkot Depok juga menggandeng lembaga pendidikan agama dengan menggagas Pesantren Ramah Anak (PRA).

“Hari ini menjadi titik awal gerakan PRA, yang ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh 50 pesantren se-Kota Depok,” kata Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari di Balai Kota, Selasa (19/03/2019).

Nessi menyebutkan, dari 50 pesantren yang berpartisipasi antara lain, Pesantren Nurul Huda Cimanggis, Pesantren Riyadhus Solihin Tapos, dan Pesantren Darut Tafsir Al Husaini Bojongsari. Setelah penandatanganan komitmen, pihaknya akan langsung melakukan pembinaan secara intensif.

Nessi menambahkan, tidak ada perbedaan kriteria yang signifikan antara Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan PRA. Hal terpenting, kata Nessi, lembaga tersebut mampu menghadirkan pendidikan yang nyaman dan aman bagi anak atau santrinya. Apalagi, jelas Nessi, pelaksanaan proses pendidikan di pesantren hampir 24 jam, karena anak-anak belajar sekaligus menginap di asrama.

“Mudah-mudahan setelah dilakukan pembinaan dan pendampingan, ke-50 pesantren yang sudah berkomitmen ini dapat menjadi PRA,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin, menyambut baik deklarasi PRA. Menurutnya, penandatanganan komitmen tersebut, wujud sinergisitas Pemkot Depok dengan instansi lainnya, khususnya dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, sebagai lembaga yang mengelola pesantren.

“Dengan demikian, langkah menuju peringkat KLA bisa terealisasi selangkah demi selangkah,” tutupnya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :