LPM Kukusan

KEBERSAMAAN: Ketua LPM Kukusan, Suaip bersama para pengurus LPM lainnya. (Foto: Dian/Diskominfo)

depok.go.id- Guna menciptakan Kelurahan Kukusan yang semakin bersih dan asri. Maka, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kukusan bersama dengan aparatur wilayah setempat serta masyarakat melakukan berbagai upaya. Diantaranya perbaikan saluran air tiap RT, pembuatan septic tank komunal dan perbaikan rumah tidak layak huni untuk 27 rumah di tahun 2017.

Ketua LPM Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Suaip mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berupaya untuk menyukseskan berbagai langkah sosial tersebut. Menurut Suaip, dalam tahap pengerjaan sudah dilakukan hampir di setiap RW yang ada di Kelurahan Kukusan.

“Mudah-mudahan program menciptakan lingkungan yang bersih dan asri di Kelurahan Kukusan rampung pada tahun ini,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya juga akan melakukan pembuatan sumur resapan yang dibantu Pemerintah Kota. Diharapkan dengan adanya sumur resapan tersebut, ke depan pihaknya dapat melihat wilayah mana yang memiliki potensi genangan air yang tinggi. Karena di Kukusan memiliki perkembangan pembangunan yang baik, sehingga untuk resapan air cukup sulit.

Dengan perhatian Pemerintah Kota yang maksimal kepada Kelurahan Kukusan. Hal tersebut membuat seluruh lembaga yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat semakin mudah dalam membantu warga, guna mengatasi kendala yang ada di lingkungan.

“Sampai saat ini, kami merasa sangat terbantu dengan pemerintah yang mau terjun langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Suaip berharap, dengan upaya yang sedang dilakukan oleh elemen di Kukusan. Nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan dan semakin menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

“Insya Allah, seluruh warga Kukusan bebas dari penyakit. Karena lingkungan bersih dan asri. Selain itu, dengan adanya berbagai upaya tersebut juga dapat membantu warga Kukusan yang tidak mampu. Sehingga dapat menjadi kelurahan percontohan di Kota Depok,” tandasnya.

 

Penulis : Dian Afrianti Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :