p2tpA

Konselor Keluarga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Ani Rukmini mengapresiasi komitmen Pemkot Depok sukseskan program ketahanan keluarga. (Foto: Afifah/Diskominfo)

depok.go.id- Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menyukseskan program ketahanan keluarga diapresiasi oleh Konselor Keluarga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ani Rukmini. Menurutnya, keluarga sebagai lembaga terkecil yang melahirkan masyarakat harus punya posisi yang strategis dalam program pembangunan di pemerintahan.

“Pemkot Depok sangat serius menyukseskan program ketahanan keluarga, hal tersebut tentu harus diapresiasi. Sebab hal tersebut membuktikan peran pemerintah untuk memposisikan keluarga sebagai unsur yang strategis dalam pembangunan. Dan juga sudah ada regulasi serupa di tingkat provinsi yang seharusnya bisa diikuti seluruh kota dan kabupaten di Jabar,” ujarnya kepada depok.go.id, Rabu (19/04/2017).

Ani yang juga sebagai Pemerhati perempuan dan anak tersebut mengatakan, sinegitas antar elemen masyarakat terlihat di Kota Depok, guna mewujudkan program ketahanan keluarga. Dikatakan Ani, dirinya juga mengapresiasi keaktifan upaya para kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk terus memperbaiki ketahanan keluarga di masyarakat.

“Apalagi Kota Depok bisa dibilang menjadi pelopor Kota Layak Anak (KLA) bagi daerah lain. Artinya, Depok sudah memiliki kemauan yang baik dalam memperbaiki ketahanan keluarga dan anak,” katanya.

Ani menambahkan, ke depan, tentu akan banyak tantangan bagi Kota Depok dalam membangun program ketahanan keluarga di masyarakat. Sebab sebagai kota penyangga akan banyak masalah yang datang dari luar dan sulit untuk dihindari.

“Tetapi, dengan langkah yang konsisten dari Pemkot Depok dan warga agar senantiasa aktif bergerak dalam berbagai kegiatan. Maka segala kendala pun teratasi. Sehingga akan mewujudkan ketahanan keluarga yang baik di lingkungan warga Depok,” tandasnya.

Penulis: Nur Afifah

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :