tp pkk

BERI MOTIVASI: Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida, memberikan motivasi kepada para kader di Aula Teratai , Lantai 1 Balai Kota Depok, Rabu (19/04/2017). (Foto: Afifah/Diskominfo)

depok.go.id- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi garda terdepan dalam membantu Pemerintah Kota mewujudkan ketahanan keluarga di lingkungan warga. Karena itu, peran para kader PKK perlu ditingkatkan, mulai dari pemberian pemahaman dan motivasi untuk menyosialisasikan program ketahanan keluarga bagi masyarakat.

Guna meningkatkan tugas para kader tersebut, Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida pun memperkuat motivasi kepada mereka agar tetap semangat menyosialisasikan program ketahanan keluarga dari Pemerintah Kota.

“Semua kader PKK harus memiliki strategi yang tepat mengenai tugas dan perannya agar sosialisasi program ketahanan keluarga bagi warga Depok bisa berjalan sukses dan mencapai sasaran,” katanya pada kegiatan Sosialisasi Ketahanan Keluarga, di Aula Teratai, Lantai 1, Balai Kota Depok pada Rabu (19/04/2017).

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga, Eka Bachtiar, menuturkan, dalam ketahanan keluarga ada beberapa unsur yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan.

“Pendidikan dibutuhkan untuk mengelola manajemen ketahanan keluarga. Begitu pula kesehatan dibutuhkan agar bisa menjalankan keluarga dengan baik. Dan yang penting adalah bagaimana suatu keluarga melaksanakan agamanya dengan baik, karena jika unsur lain terpenuhi, tetapi tidak ada unsur religius maka sama saja tidak bisa menciptakan keluarga yang bahagia,” jelasnya.

Eka menambahkan, ketahanan keluarga berkaitan untuk semakin memperkuat Depok sebagai Kota Layak Anak. Sehingga peran kader PKK sangat dibutuhkan dalam membantu mewujudkan program ketahanan keluarga dan Depok Kota Layak Anak.

“Meskipun bukan hal yang mudah, tetapi dengan sinergitas dan upaya seluruh pihak maka bisa terwujud semua program itu untuk menjadikan warga Depok yang nyaman, unggul dan religius,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur Afifah

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :