Empat dokter spesialis yang nanti akan bergabung dengan RSUD Depok (paling depan).

depok.go.id-Usia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok yang genap 10 tahun, jadi momentum untuk mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan tambahan empat dokter spesialis yaitu Mega Wiyastha spesialis ortopedi, Andre Dasta Sinulingga spesialis bedah urologi, Arif Wahyono spesialis bedah forensik, serta dokter spesialis penyakit dalam Franky Zeeplin Pasaribu, RSUD Depok bertekad menjadi pusat rujukan layanan kesehatan masyarakat.

Direktur RSUD Kota Depok, Asloe’ah Madjri berharap, ke depan RSUD Depok semakin maju dengan menjadi rujukan bagi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan semakin terlayani dengan baik.

“Kami sudah memberikan pelayanan yang terbaik, apalagi nanti gedung baru BD, juga sangat menunjang sekali. Namun, kalau masih ada yang kurang puas, ini yang akan kami antisipasi,” ujar Asloe’ah, di RSUD Depok, Kamis (19/04/2018).

Ditambahkannya, hal yang istimewa di tahun ini RSUD Depok akan memiliki dokter spesialis bedah forensik. Dokter tersebut, akan menangani visum dalam, visum luar, hingga autopsi jenazah korban kriminalitas, baik yang masih utuh atau pun yang sudah sulit dikenali.

“Selama ini kalau masyarakat butuh visum atau autopsi harus dirujuk ke RS Kramat Jati, nantinya kalau kejadian di Depok tidak perlu dirujuk lagi. Cukup ke RSUD Depok, karena kami punya gedung forensik sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, dokter spesialis bedah forensik RSUD Depok, Arif Wahyono mengatakan, dia akan mulai praktik di RSUD Depok pada bulan Mei mendatang. Tugas yang dilakukannya, yakni sebagai pelayan kesehatan, sekaligus membantu penegak hukum mengungkap kasus berdasarkan hasil autopsi yang diberikan.

Diakuinya, penegakan hukum yang dimaksud apabila terjadi tindak pidana di masyarakat, untuk pembuktiannya akan bisa dibantu. Semisal membutuhkan pemeriksaan pada tubuh manusia, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal.

“Kami meminta kalau masyarakat nanti menemukan kasus kekerasan, apalagi kekerasan seksual pada anak, agar secepatnya dibawa ke kami. Karena bukti kekerasannya akan bisa langsung dicek,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :