depok.go.id-Upaya mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan, terus dioptimalkan setiap sekolah di Kota Depok. Namun, untuk ikut dalam sekolah berbasis lingkungan hidup atau Adiwiyata, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

“Pemerintah pusat memiliki standar khusus untuk menetapkan suatu sekolah menjadi Sekolah Adiwiyata. Ada beberapa komponen yang menjadi perhatian dan penilaian pemerintah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati, di Balai Kota, Jumat (19/07/2019).

Adapun, lanjut Ety, komponen yang harus dipenuhi sekolah antara lain adanya kurikulum atau pembelajaran di sekolah, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan aksi penerapan lingkungan. Misal, kebersihan, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan tanaman.

“Selain itu, ada aksi konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait penerapan peningkatan kualitas lingkungan hidup lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, kata Ety, sekolah wajib membentuk jejaring komunikasi, kampanye dan publikasi, serta membentuk dan memberdayakan kader Adiwiyata.

“Setelah semua sudah berjalan, sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik dan masyarakat, wajib melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Apakah sudah berjalan sebagaimana mestinya atau belum. Hal ini bisa jadi catatan, untuk perbaikan di kemudian hari,” jelasnya.

Ety juga mengimbau, untuk melengkapi kriteria tersebut, sekolah diminta melakukan pembenahan. Mengingat saat ini baru masuk tahap sosialisasi.

“Kita baru masuk tahap sosialisasi untuk Sekolah Adiwiyata tahun 2020. Masih banyak waktu untuk melakukan pembenahan. Kami imbau agar sekolah mau bergerak mewujudkan Sekolah Adiwiyata,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :