Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Depok melakukan penertiban terhadap 56 bangunan liar (Bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) yang menyalahi aturan, di sepanjang jalan Mawar, Anggrek dan Irian, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (19/09/2018)

depok.go.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menertibkan sedikitnya 56 bangunan Liar (bangli) milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar Depok Jaya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum (fasum) agar seperti sedia kala.

“Penertiban sudah kami lakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Ini untuk mengembalikan fungsi fasum seperti sedia kala. Sejauh ini PKL menerima, karena memang lokasi ini bukan hak mereka, melainkan untuk pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas,” ujar Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo, di lokasi penertiban, Rabu (19/09/18).

Bangli yang dibongkar, kata Kusumo, berada di sepanjang 500 meter sekitar Jalan Irian, Jalan Anggrek, dan Jalan Mawar. Untuk personel yang dikerahkan, sebanyak 50 Satuan Tugas (Satgas) Pol PP dibantu personel TNI dan Polresta Depok.

“Untuk PKL kami sarankan agar berjualan di dalam Pasar Depok Jaya, karena masih ada 19 kios kosong yang siap ditempati,” ucapnya.

Ke depan, kata Kusumo, Satpol PP akan melakukan pengawasan secara berkala pada areal yang telah ditertibkan, agar PKL tidak lagi menduduki lahan tersebut.

“Kita juga akan melakukan monitoring rutin. Agar PKL tidak lagi berdagang di lahan fasum,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :