evaluasi P2wkss_4

Neni Auliani, ketua Tim Evaluasi Provinsi Jawa Barat menjelaskan seputar penilaian yang akan dilakukannya di acara Evaluasi Program Terpadu P2WKSS hari Senin (19/10/2015), di Lokasi P2WKSS, Depok. (DISKOMINFO-Dewa Aji Panggalih)

depok.go.id – RW 07 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Depok pagi tadi kedatangan Tim Evaluasi Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dari Provinsi Jawa Barat, Senin (18/10/2015). Kedatangan tim tersebut guna melakukan penilaian dan evaluasi hasil dari program terpadu yang telah dijalankan kurang lebih selama enam bulan terakhir tersebut.

Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Depok, lurah dan camat di Kota Depok, tokoh masyarakat, serta warga di RW 07 Cipayung, Depok turut hadir pada kegiatan tersebut. Sementara untuk Tim Evaluasi sendiri terdiri dari Ketua Tim Neni Aliani, PKK Provinsi Jawa Barat Cucu Aisyah, BKKBN Provinsi Jawa Barat Eti Yulianti, serta petugas pengolah data yang terdiri dari tiga orang, yaitu Indira, Asep Sutarman, serta Ujang Rohiman.

Dalam paparannya, Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, menyambut hangat seluruh tim yang hadir untuk menilai RW 07 ini. Idris mengungkapkan, berkat sinergitas antara pemerintah dan elemen masyarakat, beberapa program pembangunan baik fisik maupun non fisik dapat berjalan dengan baik.

“Selamat datang di lokasi P2WKSS. Alhamdulillah P2WKSS untuk tahun 2015 ini sudah selesai pembangunannya,” tutur alumni Gontor ini.

Lebih lanjut, Idris berpesan kepada seluruh elemen di lingkungan RW 07 Cipayung ini untuk terus mendukung program yang sudah berjalan, sehingga program ini tidak hanya menjadi program sesaat tetapi bisa berkelanjutan demi memotivasi untuk menjadikan Depok yang lebih maju dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Provinsi Jawa Barat, Neni Aliani, menjelaskan bahwa pada penilaian P2WKSS terdapat tiga aspek penting yang menjadi tolak ukurnya. Adapun yang dinilai meliputi pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan, RTLH, perbaikan saluran air bersih, MCK, dan penerangan jalan umum. Selanjutnya yaitu penyuluhan dan pembinaan baik Posyandu, Posbindu, PosKB, penyuluhan kesehatan lingkungan, penyuluhan pernikahan usia dini, serta penyuluhan Narkoba. 

Terakhir, yaitu pelatihan dan pendidikan yang meliputi pengolahan makanan empat sehat lima sempurna, membuat kemasan produk, keterampilan mengolah limbah industri dan rumah tangga, pelatihan menjahit serta tata rias rambut dan wajah.

“Untuk menyukseskan program ini sangat memerlukan peran ibu-ibu, namun tetap seluruh elemen baik OPD atau masyarakat lainnya harus turut membantu,” jelasnya. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :