bintek keprotokolandepok.go.id – Menjadi pembawa acara atau public speaker yang baik tidaklah mudah. Butuh modal dasar untuk bisa menerjemahkan semua bahasa yang keluar dari mulut maupun gerak.

Beberapa teknik yang wajib dimiliki seperti penguasaan berbicara secara efektif, tata cara baku dengan improvisasi menarik dan ketenangan diri. Apabila semua itu ditambah dengan dasar suara yang merupakan karunia Tuhan, maka lengkaplah seseorang untuk menjadi pembawa acara profesional.

“Persyaratan utama yang harus dimiliki tentunya mempunyai vokal yang baik, tidak ada cacat lidah dan tidak ada idiolek daerah. Jadi, murni suara kita harus bulat dan bersih. Bahasa kuat terutama bahasa asing juga menjadi modal,” ujar mantan Protokol Kenegaraan, Henny Ratam, saat ditemui pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di aula lantai 5 Balai Kota Depok, Kamis (19/11/15).

Lebih lanjut, wanita yang saat ini bekerja sebagai konsultan itu menuturkan, latihan berbicara di depan umum merupakan jalan menuju rasa yakin akan diri sendiri. Semakin sering hal tersebut dilakukan, maka akan semakin tebal rasa percaya dirinya dan mengubah apa yang semula menjadi ‘beban’ untuk berbicara di depan umum menjadi suatu ‘kenikmatan’.

“Intinya kita harus disiplin dan tidak boleh monoton, komunikasi dengan unit penunjang lain juga harus baik dan jaga profesionalisme. Jangan lihat sesuatu dengan angka karena tugas negara itu beda, lihat dampak dari kita bertugas kenegaraan yang lebih menguntungkan. Jadi, kita harus fleksibel bisa menempatkan diri di manapun,” ungkap wanita kelahiran Bandung ini.

Public Speaking bukan hanya sebagai ilmu yang memerlukan pengetahuan dasar, melainkan juga suatu seni yang berkaitan dengan keterampilan. Hal terpenting adalah semangat dan ketekunan untuk mempelajari teknik-teknik dan aturan dasar serta ketekunan berlatih. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :