mc fundepok.go.id – Banyak cara yang dilakukan narasumber untuk mengisi materi pada kegiatan pelatihan, misalnya pemberian teori, praktek lapangan maupun dialog. Akan tetapi, di tangan mantan Kepala Penyiar Berita TVRI Jakarta, Henny Ratam, ketiga metode tersebut digabungkan hingga peserta terhanyut dengan situasi belajar yang fun.

Hal ini terlihat saat Pelatihan Keprotokolan berlangsung di aula lantai 5, Balai Kota Depok, Kamis (19/11/15). Wanita yang pernah bekerja sebagai Announcer Kenegaraan itu berdialog setiap kegiatan pelatihan sekaligus memberikan kesempatan peserta untuk praktek langsung. Fungsinya adalah agar melatih peserta untuk berani tampil di depan umum.

“Menjadi pembicara dalam suatu kegiatan saya rasa tidak boleh monoton. Hal itu perlu diperhatikan, sebab berbicara yang hanya itu-itu saja akan membuat peserta mengantuk bahkan bahayanya, materi yang disampaikan tidak akan dimengerti oleh peserta,” ujarnya.

Wanita kelahiran Bandung 61 tahun silam itu juga menuturkan praktek sambil berdialog mampu menimbulkan feedback yang positif. Selain itu, akan tumbuh kepercayaan di antara pemateri dan peserta.

“Cara dialogis saya rasa lebih nyaman, jadi kita tidak monolog, tidak satu arah,” tambahnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta, Devi Rosdiana, yang saat ini menjabat sebagai pelaksana Kasubag Protokol Setda Kota Depok merasakan hal serupa. Dirinya mengatakan bahwa materi dan pengajaran yang diberikan narasumber sangat atraktif sehingga membuat belajar menjadi lebih fun.

“Cara pengajarannya menyenangkan dan buat kita betah di dalam ruangan. Atraktif sekali jadi ngga monoton, sesekali beliau juga melemparkan joke,” pungkasnya. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :