Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini2depok.go.id – Persepsi sebagian orang tua yang menganggap vaksin berbahaya bagi kesehatan anak, terus diluruskan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas di Kota Depok. Sosialisasi pentingnya vaksin dilakukan, karena  vaksin mampu memproteksi anak dari penyakit difteri yang saat ini sedang mencuat.

“Saat ini difteri sedang menjadi wabah. Ini merupakan tanggung jawab Dinkes untuk menatalaksana wabah tersebut agar tidak semakin meluas. Kami juga telah melakukan beberapa upaya penyelamatan generasi kita, salah satunya memberikan sosialisasi kepada para orang tua. Bahwa vaksin itu memberikan hak anak untuk mendapatkan akses pelayanan bagi kesehatan, bukan justru berbahaya bagi kesehatan,” ujar Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini, di Balai Kota, Selasa (19/12/17).

Dikatakannya, penanggulangan wabah penyakit menular telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984, di mana jika ada yang mengahalang-halangi terkait penatalaksanaan wabah dan lainnya, bisa dijerat sanksi hukum.

“Undang-undangnya sudah jelas, harusnya para orang tua bisa lihat dari peraturan tersebut. Mereka yang mengatakan imunisasi melemahkan kondisi kesehatan anak, membahayakan untuk si anak, itu salah. Imunisasi untuk menyehatkan anak, memberikan hak anak untuk mendapatkan akses pelayanan bagi kesehatan,” tegasnya lagi.

Pihaknya juga memberi contoh, Arab Saudi sendiri mewajibkan penduduknya untuk ikuti program imunisasi dan  vaksin. Namun, banyak yang tidak mengetahui jika vaksin yang digunakan di Arab Saudi diperoleh dari Bandung.

“Vaksin yang ada di Arab Saudi diperoleh dari PT Bio Farma yang ada di Bandung, punya kita, Indonesia. Ini merupakan contoh nyata. Mudah-mudahan dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri ini, masyarakat sadar akan pentingnya imunisasi,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih  Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :