depok.go.id – Pembangunan infrastruktur, drainase, serta ekonomi, sosial dan budaya (Eksosbud) menjadi prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sukmajaya yang digelar di Aula Gema Pesona Depok, Rabu (20/1/2016).

Camat Sukmajaya, Dadang Wihana, mengatakan bahwa Sukmajaya memiliki pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kota Depok. Berangkat dari hal tersebut, pihaknya akan menjadikan wilayah Sukmajaya sebagai Kelurahan Prima Berwawasan Kependudukan, sebagai visinya.

“Pembangunan dikatakan berhasil jika penduduk merasakan manfaat dari pembangunan. Tugas kami adalah memajukan pembangunan yang pastinya manfaat akan dirasakan langsung oleh penduduk,” jelasnya.

Beberapa program yang akan dilakukan antara lain renovasi jalan dan lingkungan, pembuatan drainase di beberapa titik, pelatihan industri kreatif bagi remaja, serta pembangunan Posyandu dan penyediaan fasilitas sarana olahraga untuk masyarakat.

Namun demikian, Dadang mengaku belum bisa mengedepankan bidang pendidikan untuk Musrenbang kali ini. Pembebasan lahan disinyalir menjadi masalah utama terhambatnya rencana pembangunan sekolah baru.

Melalui Musrenbang tingkat kecamatan, pihaknya mengajak pemangku kepentingan untuk kembali kepada orientasi pembangunan, sehingga pembangunan yang dilakukan bisa bermakna dan bermanfaat untuk penduduk. 

“Dimulai dari skala kecil seperti RT dan RW, kelurahan hingga kecamatan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, yang kala itu hadir dan membuka acara, menginformasikan bahwa pagu indikatif prioritas Musrenbang kelurahan sebesar 2 miliar rupiah. Pagu tersebut meliputi usulan bidang infrastruktur, bidang pemerintahan, sosial, dan bidang ekonomi.

Fokus prioritas harus memperhatikan berbagai kebijakan perencanaan, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Depok Tahun 2006-2025, Visi-Misi dan Program Prioritas serta Program Unggulan RPJMD Tahun 2016-2021, peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta kemampuan keuangan daerah. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :