Nur Mahmudi Diskusi Dengan Penemu Mikroba Google

Walikota Depok bertemu dengan penemu Mikroba Google, Ali Zum Mashar, untuk membahas mengenai pertanian di Kota Depok, Rabu, 20 Januari 2016. (Foto: Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il siang tadi bertemu dengan penemu pupuk organik Bio P2000Z atau biasa juga disebut Mikroba Google, Ali Zum Mashar, untuk membahas mengenai pertanian di Kota Depok. Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Bougenville, Balai Kota Depok tersebut turut dihadiri oleh Asisten Ekbangsos Eka Bachtiar, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok Etty Suryahati, dan Kabag Ekonomi Setda Kota Depok Dwi Rachma. 

Nur Mahmudi mengatakan bahwa Depok yang memiliki konsistensi terhadap ketahanan pangan sangat mengapresiasi penemuan dari Ali Zum Mashar tersebut. Menurutnya, Mikroba Google ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kembali gairah para petani untuk kembali menghasilkan produk kedelai. 

“Harus bisa disebar, khususnya di Kota Depok agar kita bisa semakin mandiri dalam produksi,” ujar Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi juga mengatakan bahwa mikroba ini juga bisa mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang sudah dijalankan di Depok. KRPL sendiri adalah “kebun mini” di pekarangan rumah yang menanam jenis tanaman bermanfaat, selain untuk dikonsumsi sendiri bisa juga untuk dijual sebagai pendapatan bagi keluarga.

“Bisa juga diterapkan di perumahan melalui KRPL,” tambahnya.

Sementara itu, Ali Zum Mashar, mengatakan bahwa mikroba temuannya memiliki keistimewaan, yaitu mampu menghasilkan zat hara dan nutrisi penyubur tanah. Selain itu, mikroba tersebut disebut Mikroba Google karena konon katanya dapat mencari sendiri sasaran bagian tanah yang bisa disuburkan.

“Ini menggunakan teknologi bioperforasi, yaitu menyuntikkan mikroba ke dalam tanah dengan bantuan energi matahari dan air sehingga membuat tanah menjadi subur,” jelasnya.

Ali mengatakan bahwa pupuknya mampu menyuburkan kedelai hingga berukuran raksasa dengan tinggi hampir empat meter, dengan jumlah polongnya mencapai 300 buah. Biasanya tanaman kedelai normalnya hanya memiliki tinggi 70 cm dengan jumlah polong 50 buah.

Ali juga menjelaskan bahwa pihaknya pernah melakukan percobaan di Kota Depok, namun karena kurangnya sosialisasi maka penggunanya tidak begitu banyak. Melalui program ketahanan pangan yang diusung oleh Depok, Ali berharap Mikroba Google ini dapat lebih dikenal lagi oleh masyarakat Depok.

“Dengan pak Walikota dan juga pihak Distankan, kami siap bekerjasama. Kalau bisa jangan sampai kita relakan sejengkal tanah yang kosong, selama masih bisa ditanami maka lebih baik ditanami tanaman,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :