Penyakit menular masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang akhirnya sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menggelar Forum Renja OPD belum lama ini di Wisma Hijau, Cimanggis, dengan fokus pada program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Tujuan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular adalah untuk meningkatkan upaya penurunan angka kesakitan, angka kematian dan angka resiko kecacatan.

Prioritas program pengendalian dan pencegahan penyakit menular diantaranya seperti penyakit yang bersumber dari binatang, misal Demam Berdarah Dengue (DBD), filariasis, rabies dan flu burung, sedangkan untuk penyakit menular langsung adalah TBC, ISPA, diare, kusta dan HIV/AIDS.

Dalam paparannya, Kadinkes Kota Depok, Noerzamanti Lies mengatakan bahwa penyakit menular, katakanlah TB bisa menyerang siapapun, di manapun dan kapanpun. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika penderita terserang penyakit tersebut, dirinya enggan untuk melapor kepada puskesmas terdekat karena malu.

“Semua orang bisa terkena TB, tidak memandang umur, kekayaan, pekerjaan, atau suku bangsa. Siapapun yang terjangkit TB, dihimbau untuk melapor kepada puskesmas terdekat, agar kami dapat melakukan tindakan,” himbau Lies.

Dinkes berharap, ke depan, TB tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat jika masyarakat juga mau bekerjasama memberikan informasi kepada puskesmas terkait penyakit menular tersebut. “Mudah-mudahan semua program 2016 dapat tercapai sehingga dapat menurunkan tingkat kematian akibat TB sampai tuntas,” tutup Lies.

Penulis    : Vidyanita Iqomah
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :