Penduduk berusia 10 tahun ke atas kini tingkat kecenderungan menonton televisi lebih tinggi dibandingkan membaca buku. Selain itu, minat masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan pun juga masih relatif rendah.

Hal itu mengakibatkan perlunya upaya agar masyarakat lebih tertarik untuk lebih gemar membaca. Karena, seperti kita ketahui bahwa dengan membaca maka akan terbuka cakrawala dunia.

 “Pada dasarnya, dibutuhkan pula optimalisasi partisipasi masyarakat, satuan pendidikan, dan keluarga dalam pembudayaan gemar membaca,” ujar Deni, utusan dari Perpustakaan Nasional saat mengisi materi program pengembangan sumber daya perpustakaan di Forum Rencana Kerja (Renja) Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Jumat (20/02/2015).

Deni menjelaskan beberapa sasaran strategi dalam rangka penguatan atensi membaca di masyarakat yaitu dengan mewujudkan suatu sistem yang menumbuhkembangkan budaya gemar membaca yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menggalakkan gerakan nasional gemar membaca, serta melakukan promosi/sosialisasi pemberdayaan kegemaran membaca.

Berikutnya, meningkatkan dan mengembangkan pola partisipasi industri penerbitan dan masyarakat dalam menciptakan komunitas baca, dan memfasilitasi keterlibatan berbagai stake holder melalui berbagai cara dan media.

“Yang tak kalah pentingnya, Kita harus dapat mendekatkan buku kepada masyarakat sehingga masyarakat merasakan manfaat dari membaca buku,” tutur Deni kembali.

Dalam kaitannya dengan Depok, Deni berpesan agar Perpustakaan Kota Depok yang nanti akan diresmikan bisa dimaksimalkan penggunaannya oleh masyarakat maupun aparatur Pemkot Depok. Sehingga, bisa tercipta masyarakat yang cerdas yang akan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota Depok.

Penulis    : Nurul Hasanah
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :