wali kota RTH

Kepala Dinas DKLH Etty Suryahati (kanan) mendampingi Wali Kota Depok Mohammad Idris saat tinjau Taman Nusantara yang berada di Jalan Nusantara Depok I. (Foto: Nita/ Diskominfo)

depok.go.id – Setahun sudah Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna memimpin. Selama kepemimpinan tersebut, mereka tidak hanya sekadar menugaskan bawahannya soal kebersihan. Tapi, juga memberi contoh konkret dengan turun langsung bekerja membersihkan sampah tanpa takut kotor dan bau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, berkat contoh dari wali kota dan wakil wali kota, kini partisipasi masyarakat semakin meningkat, baik dari aksi kepedulian terhadap lingkungan atau pun dari sistem pengolahan sampah.

“Kita rasakan aktivitas masyarakat terhadap persoalan sampah dan pelestarian lingkungan semakin baik. Aktivitas warga semakin bergerak, artinya pemberdayaan masyarakat sudah cukup tinggi,” ujar Etty, Senin (20/02/2017).

Dirinya mencontohkan, mengenai kebersihan sungai ciliwung, saat ini giat pembersihan semakin meningkat dengan adanya Sekretariat Bersama Sahabat Ciliwung  (SBSC). Padahal, dulunya mungkin hanya sekian orang yang memiliki kesadaran akan kebersihan Ciliwung, tapi sekarang bertambah. Ini menandakan wali kota bisa merangkul semua potensi yang ada dengan baik.

“Beliau turun ke lapangan dan ikut melaksanakan pemungutan sampah, sehingga makin banyak masyarakat yang merasa terpanggil untuk lebih peduli,” tambahnya.

Selain itu, sisi pemberdayaan masyarakat juga turut berhasil, karena makin banyak bank-bank sampah yang terbentuk. Pihaknya mencatat, saat ini sudah ada 483 bank sampah di Kota Depok. Walaupun ada beberapa yang mati suri, namun Mohammad Idris terus meminta untuk bisa dibangkitkan lagi melalui pemberian pembinaan dan pendampingan dari Pemkot. Dari sisi kebersihan juga kota yang memiliki tagline, Depok, a Friendly City ini telah mendapatkan penilaian yang bagus dari pemerintah pusat.

“Bapak Wali selalu menekankan, kebersihan ini bukan mengincar penghargaan dari pusat, tapi ini adalah bentuk pelayanan kita kepada masyarakat. Dengan begitu, kami  lebih semangat untuk memberikan pelayanan dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi,” tambahnya.

Dirinya berharap, tahun-tahun berikutnya Pemkot bisa menjaga konsistensi, sehingga makin banyak masyarakat bisa turut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan dan juga kebersihan. Dengan begitu, tujuan untuk menjadikan Depok sebagai zero waste city bisa terwujud.

“Dengan semakin banyaknya partisipasi masyarakat, tidak menutup kemungkinan zero waste city bisa terwujud. Pada akhirnya juga masyarakat Depok sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih

Bagikan post melalui :