pilah sampah cilangkap

Proses penimbangan sampah nonorganik di bank sampah. (Foto : Agus/Diskominfo)

depok.go.id –Kesadaran warga Cilangkap akan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah kini sudah mulai tumbuh. Itu terlihat dengan kegiatan pemilahan sampah di Kelurahan Cilangkap yang sudah mulai tertata dengan baik.

Koordinator bank sampah Kelurahan Cilangkap, Rina Nopita Herliany mengatakan, awalnya untuk mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sulit. Tapi, dengan dukungan dari RT, RW, dan Lurah Cilangkap, secara perlahan gerakan pemilahan sampah ini menjadi kegiatan yang rutin dilakukan oleh hampir rata-rata warga Cilangkap, khususnya kaum ibu.

“Terkadang ada Pak RT atau RW yang ikut melakukan pemilahan sampah, setelah itu mereka bawa ke bank sampah,” ujarnya, Senin (20/02/2017).

Menurutnya, di wilayah Cilangkap terdapat 22 titik bank sampah, namun yang aktif ada sekitar 19 titik. Ini di karenakan pengurusnya berkurang, karena berbagai hal.

“Sampah organik dari hasil pemilahan sampah diambil petugas Unit Pengelolaan Sampah (UPS). Di Kelurahan Cilangkap terdapat dua UPS yang berada di RW 10 dan RW 17,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk sampah non-organik yang sudah ditimbang di bank sampah akan di gunakan sebagai bahan dasar kerajinan.

Untuk Kelurahan Cilangkap, saat ini telah bekerjasama dengan komunitas Tapos Bersih Terbaik. Komunitas ini merupakan kumpulan bank sampah yang ada di Kecamatan Tapos.

“Kita sering mengadakan pelatihan dengan narasumber dari komunitas bank sampah yang sudah melakukan kegiatan daur ulang sampah,” tambahnya.

Kegiatan membuat kerajinan tangan ini, kata Rita, tentunya akan menambah nilai ekonomis dari sampah non organik yang sudah dilakukan pemilahan sebelumnya.

Sedangkan untuk penjualan hasil daur ulang, pihaknya mengikutsertakan produk-produk yang dihasilkan dalam sebuah perlombaan seperti produk dompet bekas bungkus kopi, vas bunga kertas koran serta produk lainnya yang berbahan dasar dari sampah non organik.

“Harapan ke depan adalah kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat pemilahan sampah, karena persoalan sampah ini seperti bom waktu yang akan berakibat kepada generasi selanjutnya,” tutupnya.

hasil karya dari kertas bekas dan bungkus

Hasil kerajinan tangan dengan bahan dasar sampah non organik di Kelurahan Cilangkap. (Foto : Agus/Diskominfo)

Penulis : Agus
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :