penandatangan kesepakatan dengan kemenag

Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Depok, pengadilan agama, dan kementerian agama tentang itsbat nikah bagi warga Depok kurang mampu, di aula lantai 5 Balaikota Depok. (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Kegiatan isbat nikah diapresiasi warga prasejahtera di Kota Depok. Lewat kegiatan isbat nikah gratis ini, orangtua tidak hanya memiliki akta nikah seiring disahkannya pernikahan secara formal. Tapi, keberadaan anak juga diakui negara sehingga memudahkannya mendapatkan akta kelahiran dari pemerintah.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, akta nikah ini sangat diperlukan karena sebagai bukti adanya perkawinan tersebut dan jaminan bagi suami atau istri. Serta tentunya akan melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut.

“Pengesahan pernikahan melalui isbat nikah yang difasilitasi Pemkot Depok, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama Kota Depok pada dasarnya bukan hanya untuk keperluan negara. Tapi, pada dasarnya agama juga mewajibkan untuk mengesahkan perkawinan yang sudah dilaksanakan,” terang Wali Kota Depok, saat penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Depok, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama di aula lantai 5 Balaikota, Senin (20/02/2017).

Mohammad Idris berharap, agar program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat ini berjalan efektif, dirinya meminta kepada Disdukcapil untuk dapat berkoordinasi dengan seluruh camat dan lurah se-Kota Depok. Koordinasi diperlukan untuk dapat mendata berapa banyak warga Depok yang belum memiliki akta nikah tersebut.

“Kami mendukung penuh program seperti ini diadakan di Kota Depok, karena dapat berguna bagi pasangan suami istri yang belum tercatat administrasi secara hukum. Terlebih lagi, kegiatan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Disdukcapil bersama camat dan lurah harus proaktif mendata warga Depok, mana saja yang belum memiliki akta nikah yang sah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan, untuk tahun ini isbat nikah akan dilaksanakan di 5 kecamatan se-Kota Depok dengan target peserta sampai 330 pasangan suami istri. Meskipun hanya di 5 kecamatan, untuk 6 kecamatan lainnya tetap bisa ikut pelaksanaan isbat nikah di kecamatan lain yang melaksanakan kegiatan serupa.

“Untuk yang pertama kali insya Allah tanggal 24 Februari 2017 di Kecamatan Pancoran Mas. Bagi warga yang dekat-dekat dengan Kecamatan Pancoran Mas, bisa daftar ke kelurahan masing-masing,” jelas Munir.

Munir juga menjelaskan, dalam kegiatan isbat nikah ini ada tiga kegiatan yang akan dilakukan, yaitu, pengesahan perkawinan oleh Pengadilan Agama dan penerbitan kutipan akta nikah oleh Kementerian Agama (KUA setempat)

“Serta yang ketiga adalah penerbitan kutipan akta kelahiran bagi anak hasil pernikahan siri, jadi satu dalam satu program bisa sekaligus tiga kegiatan kami layani,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :