bp3ti

Kepala Seksi Evaluasi Infrastruktur Keperluan Khusus Direktorat Pitalebar Kemenkominfo, Trisna Daryanti saat diwawancara oleh jurnalis depok.go.id. (Foto : Dama/Diskominfo)

depok.go.id – Keberadaan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 di Kota Depok semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena fungsinya yang sangat penting untuk kegawatdaruratan, masyarakat juga diminta bijak menggunakan nomor bebas pulsa tersebut.

Kepala Seksi Evaluasi Infrastruktur Keperluan Khusus Direktorat Pitalebar Kemenkominfo, Trisna Daryanti mengimbau, kepada masyarakat Depok untuk tidak menggunakan nomor darurat 112 untuk melaporkan kejadian fiktif. Hal ini karena nomor 112 khusus untuk menangani kejadian kegawatdaruratan yang ditemui masyarakat.

“112 adalah nomor telepon kegawatdaruratan, jadi saya mohon masyarakat Depok bisa memposisikan untuk pemanggilan yang sifatnya darurat saja,” ujar Trisna, saat mengunjungi ruangan Emergency Call 112 di Gedung Dibaleka 2 lantai 7, Selasa (20/02/2018).

Dirinya menduga hal ini terjadi karena masyarakat Depok menilai 112 ini satu hal yang baru, apalagi bebas pulsa. Sehingga masyarakat mencoba-coba untuk menghubungi nomor 112 tersebut.

“Kita sangat usahakan prank call ini untuk diminimalisir, salah satunya dengan sosialisasi yang masif pada masyarakat tentang pentingnya 112 ini untuk kegawatdaruratan,” tukasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :