Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok dengan tema “Peran Serta Potensi Masyarakat Dalam Memerangi Hoax dan Radikalisme Agar Tercipta Pemilu 2019 Yang Aman, Damai & Sejuk di Wilayah Kota Depok” di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (19/03/2019). (Foto : Asyril/Diskominfo)

depok.go.id-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman penolakan terhadap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal ini ditekankan, sebagai upaya mawas diri terhadap pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa di tengah agenda Pemilu yang tinggal 28 hari lagi.

“Ada tiga ancaman yang bisa merusak eksistensi Pemilu, di antaranya money politics, sentimen SARA hingga muncul radikalisme dan penyeberan berita bohong atau hoaks,” ujar Nana Shobarna, Rabu (20/03/2019).

Diakuinya, tiga hal tersebut perlu diantisipasi, mengingat maraknya isu-isu politik yang menyebar di masyarakat. Nana juga mengimbau warga untuk memverifikasi informasi yang berkembang dan tidak menyebarkan kembali kabar yang belum ada buktinya.

“Sebagai warga negara yang baik, kita perlu memiliki filter dalam diri. Agar tidak mudah terprovokasi, sehingga menimbulkan konflik sosial,” ucapnya.

Dikatakannya, keberlangsungan Pemilu yang aman dan damai, dapat tercapai apabila seluruh komponen saling bahu-membahu mendukung pelaksanaan setiap tahapan Pemilu sesuai dengan kewenangannya. Menurutnya, kesuksesan Pemilu bukan hanya bersandar pada integritas dan profesionalisme penyelenggara, melainkan harus didukung seluruh pemangku kepentingan.

“Ini secara tegas diamanatkan pada Pasal 434 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, di mana pemerintah daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitas untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu. Mudah-mudahan sinergisitas yang telah terbangun, mampu menciptakan Pemilu yang berkualitas,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :