Wali Kota Depok, Mohammad Idris memberikan arahan saat deklarasi Pendidikan Ramah Anak. (Bima/Diskominfo)

Dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendorong seluruh sektor, agar mampu memenuhi hak-hak anak. Bukan hanya pelayanan pemerintahan atau kesehatan, melainkan juga mewujudkan pendidikan yang ramah terhadap anak.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, di aspek pendidikan, sekolah diharapkan mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang nyaman dan aman. Dengan demikian, anak didik tumbuh dalam perlindungan dan lingkungan sekolah yang menyenangkan.

“Berdasarkan cara pandang inilah, kami konsen mengusung program unggulan Depok sebagai Kota Ketahanan Keluarga, dengan mendeklarasikan berbagai sarana dan prasarana yang ramah anak. Karena tugas membangun generasi merupakan tugas bersama, tidak terkecuali lembaga pendidikan,” ujarnya, di Balai Kota, Rabu (20/03/2019).

Mohammad Idris berharap, Posyandu dan kantor pemerintahan yang sudah dikategorikan ramah anak, diikuti juga oleh lembaga pendidikan. Upaya tersebut, kata Mohammad Idris, harus dipikirkan dan ditingkatkan secara bersama-sama.

“Walaupun kita harus mengeluarkan materi yang lebih, misalkan dalam memberikan pelayanan atau membangun infrastruktur, tetapi kalau kita fokus dampaknya akan positif. Anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang baik, karena hak-haknya terpenuhi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Mohammad Idris menyinggung, adanya indikator pencapaian Kota Layak Anak (KLA) yang digagas pemerintah pusat bukanlah untuk menjadi beban. Namun, sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Karena itu, sekali lagi saya menekankan harus ada komitmen bersama dalam membangun sekolah dan pesantren yang berkualitas. Mudah-mudahan deklarasi Sekolah dan Pesantren Ramah Anak menjadi awal bagi kita semua mewujudkan hal tersebut,” ucapnya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih

 

 

Bagikan post melalui :