batik

TUNJUKKAN: Ketua Komunitas Batik Depok, Ambar Lulis menunjukkan salah satu kain batik tulis buatannya kepada Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Festival UMKM Depok, Kamis (20/04/2017).(Foto: Bima/Diskominfo)

depok.go.id- Batik sudah diakui sebagai warisan budaya dunia lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Unesco. Saat ini pun batik sudah sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat dengan berbagai coraknya.

Berangkat dari sanalah, Komunitas Batik Depok terbentuk pada Maret 2017. Selain untuk melestarikan budaya melalui batik. Komunitas tersebut juga ingin memperkenalkan batik khas Kota Depok hingga ke seluruh dunia.

“Kami ingin seluruh masyarakat mengetahui ada batik khas Kota Depok. Harapannya, batik tersebut dapat lebih dikenal seperti batik Pekalongan dan batik Solo,” kata Ketua Komunitas Batik Depok, Ambar Lulis kepada depok.go.id saat ditemui di Festival UMKM Depok, pada Kamis (20/04/2017).

Menurutnya, para anggota Komunitas Batik Depok terdiri dari pengrajin dan pengusaha batik tulis yang ada di Kota Depok. Pihaknya pun saling bekerjasama antara pengusaha dan para pengrajin batik untuk diolah lagi menjadi pakaian, sepatu, tas dan kerajinan dari batik lainnya.

Lebih lanjut, saat ini motif batik Depok beragam. Diantaranya motif belimbing, motif golok Depok, dan motif gong si bolong. “Motif-motif tersebut menjadi ciri dari batik khas Kota Depok,” ucapnya.

Ambar pun berharap agar Komunitas Batik Depok bisa mewujudkan tujuan mereka, yaitu melestarikan batik sekaligus memperkenalkan batik khas Kota Depok hingga go internasional. Mereka berharap, pemerintah dapat senantiasa mendukung beragam kegiatan dari komunitas tersebut.

“Fasilitas stand yang disediakan untuk kami berjualan di Festival UMKM adalah salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kota Depok kepada kami,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur Afifah

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo[/fusion_text]

Bagikan post melalui :