spanduk

Spanduk larangan mangkal bagi ojek online, ojek pangkalan, dan angkutan umum di sepanjang Jalan Kartini dan Margonda. (Foto : Agus/Diskominfo)

depok.go.id – Spanduk larangan mangkal bagi ojek online, ojek pangkalan, dan angkutan umum di sepanjang Jalan Kartini dan Margonda dinilai efektif mengurangi kemacetan. Terbukti sejak spanduk dibentangkan satu buan terakhir ini, tidak ada lagi penyedia jasa transportasi yang mangkal maupun mengambil penumpang di tempat terlarang tersebut.

“Sebenarnya peraturan ini tidak ditujukan untuk melarang transportasi online, melainkan untuk menertibkan agar tidak memarkir dan menaikkan penumpang di pinggir jalan. Karena jika itu dilakukan, maka akan mengundang kemacetan,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Anton Tofani, di Balaikota, Kamis (20/04/17).

Dikatakannya, lewat Peraturan Walikota (Perwal) No 11 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Sepeda Motor, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ingin membuat solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, sehingga kondusivitas ekonomi dan ketertiban Kota Depok tetap terjaga.

Dalam Perwal tersebut, ojek online diminta untuk tidak parkir di badan jalan, bahu jalan, dan trotoar jalan. Perwal juga melarang ojek online menaikkan dan mencari penumpang di kawasan terminal, serta menaikkan penumpang di badan jalan yang telah dilayani oleh trayek angkutan kota.

“Di dalamnya juga mewajibkan penyedia aplikasi menyediakan tempat khusus untuk menyimpan kendaraan bagi anggotanya, sehingga tidak ada lagi yang pada mangkal di trotoar,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, untuk membantu menertibkan dan menjaga tempat-tempat yang dilarang untuk dijadikan tempat mangkal.

“Kami melakukan koordinasi dengan Satpol PP untuk menjaga bahu jalan, agar tidak dijadikan tempat mangkal ojek online. Mereka (Satpol PP) biasanya berjaga pada jam-jam sibuk. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi penumpukan ojek online di satu tempat dan bisa menekan antrean kendaraan,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :