KefRec

TUNJUKKAN: Pemilik UMKM Ayam Kefrec, Rini Rahayu (Kanan), bersama istri Wakil Wali Kota Depok, Martha Catur Wurihandini. (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id- Berbagai menu makanan akan terasa semakin sempurna jika didampingi pelengkap seperti sambal. Rasa pedas dan aroma khas sambal sukses membuat selera makan terpancing. Tetapi beda cabai beda juga rasa sambalnya. Seperti olahan sambal yang ada di produk ayam buatan warga Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Rini Rahayu.

“Saya menggeluti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Ayam Kefrec yang menjadikan sambal sebagai ciri khusus pada produk makanan tersebut,” kata Rini kepada depok.go.id, Kamis (20/04/2017).

Dikatakannya, pembeli yang datang akan dimanjakan lidahnya dengan penyajian sambal dengan rasa yang berbeda dengan produk lain yang sejenis. Selain itu dirinya memberikan pilihan tingkat kepedasan pada pembeli melalui level sambal dari level satu sampai level tiga.

“Semakin tinggi levelnya maka semakin pedas sambalnya, sehingga bisa disesuaikan karena selera pembeli berbeda-beda, ada yang suka pedas dan ada yang tidak, ” ucapnya.

Menurutnya, untuk jenis cabai bisa dipilih antara cabai hijau atau cabai merah. Untuk sambal sendiri yang menjadi favorit dan paling banyak dipesan oleh pembeli adalah sambal merah di level 3.

“Karena level 3 itu yang paling pedas jadi itu yang paling disukai oleh pembeli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rini menuturkan, pemberian nama Ayam Kefrec merupakan adaptasi dan penggabungan dari kata ‘keprek’ yaitu bentuk penyajiannya dan ‘fried chicken’ yaitu bentuk tampilannya. Saat ini, Rini pun sudah memiliki tiga cabang Ayam Kefrec.

“Dua ada di Depok yaitu di Sawangan dan  Parung Bingung, Pancoran Mas. Sedangkan yang satunya lagi saya buka di daerah Cinere, Jakarta Selatan,” katanya.

Usaha yang dirintisnya mulai 11 Maret 2016 itu, kini sudah memberikan keuntungan baginya. Rini mengaku, dalam sebulan omset dari Ayam Kefrec miliknya mencapai Rp. 30 juta.

“Saat ini, saya juga sedang menunggu perijinan keluar dan hal lainnya serta bergabung dengan UMKM binaan pemerintah agar usaha saya bisa semakin maju dan berkembang,” tandasnya.

Penulis: Nur Afifah

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :