es kopyordepok.go.id- Warga Cilodong, Pamela (32)  terus berinovasi dalam memajukan dunia ekonomi kreatif melalui pemanfaatan olahan kelapa menjadi minuman kemasan di Depok. Produk olahan bernama Es Kopyor Pam-Pam tersebut dibuat menggunakan bahan alami tanpa pengawet dan sintetis. Tak heran, minuman tersebut pun banyak disukai mulai dari kalangan remaja hingga dewasa.

“Karena berasal dari bahan alami, minuman ini tidak bisa bertahan lama. Jika disuhu ruangan Es Kopyor Pam-Pam bertahan satu hari. Lalu, jika dingin sekitar satu minggu dan bila beku bisa sampai satu bulan,” kata Pamela kepada depok.go.id, Kamis (20/04/2017).

Pamela menuturkan, alasan dirinya membuka usaha tersebut lantaran ingin mulai mencoba membuka usaha baru. Awalnya Pamela sudah berjualan sepatu, tetapi karena sedang surut langsung beralih ke usaha minuman Es Kopyor Pam-Pam.

“Awalnya itu membuat minuman ini tahun 2014, lalu usaha ini juga berasal dari kebiasan keluargan yang sering membuat minuman segar bebahan dasar kelapa,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya biasa memproduksi hingga 500 botol minuman tetapi Pamela juga menyesuaikan dengan pemesanan yang diterimanya.  Untuk penjualannya Es Kopyor Pam-Pam didistribusikan ke setiap rumah oleh-oleh Kota Depok melalui komunitas.

“Kami mempunyai varian rasa coco pandan, air kelapa dan kelapa jeruk. Saya sering ikut pelatihan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok. Diantaranya, proses perijinan seperti P-IRT, BPOM dan MUI Halal. Saat ini masih proses pengenalan produk,” terangnya.

Pamela menambahkan, mengenai harga untuk pemesanan 100-250 botol senilai Rp. 7500, pesanan 25 botol senilai Rp. 8000 dan 10 botol senilai Rp. 10 ribu. Pamela menambahkan, potensi minuman kelapa sangat bagus di Kota Depok. Terlebih, pihaknya berencana untuk membuat minuman kelapa bercampur belimbing.

“Es Kopyor Pam-Pam tidak berdiri sendiri, minuman olahan kelapa juga tergabung dalam komunitas The Green Coco Island (TGCI) yang mengembangkan produk olahan kelapa,” tandasnya.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :