Stan DLHK Kota Depok dalam ajang PLHK di JCC, 19-21 Juli 2018. (Foto Dok. DLHK Kota Depok)

depok.go.id – Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 19-21 Juli 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), jadi ajang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengenalkan ulat jenis maggot. Ulat hasil budi daya ini sepintas sangat menjijikan, namun berfungsi efektif mengurai sampah organik dengan cara yang ramah lingkungan.

“Dalam pameran ini, kami membawa maggot sebagai percontohan cara mengatasi sampah organik. Kami juga membawa pakar di bidangnya, sehingga kalau ada pengunjung yang butuh informasi budi daya maggot, akan kami layani,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, di ruang kerjanya, Jumat (20/07/18).

Diakuinya, saat ini penguraian sampah menggunakan maggot atau larva hitam sudah menjadi ikon Kota Depok dalam bidang lingkungan. Dirinya juga menyebut, maggot yang dipamerkan dalam ajang PLHK ke-22 di JCC ini, cukup menarik minat pengunjung.

“Sejauh ini, pengunjung sangat antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap maggot milik Kota Depok. Bahkan, sampai ke budi dayanya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Depok menjadi pilot project penguraian sampah dengan menggunakan maggot. Maggot hasil budi daya yang dijual Rp 10-25 ribu ini, kini juga banyak dilirik daerah lain.

“Sudah banyak diikuti. Mudah-mudahan dalam pameran ini, bisa lebih menyebarluaskan manfaat dari maggot, terutama untuk lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :