depok.go.id – Setiap perempuan beresiko terkena kanker rahim atau yang biasa disebut kanker serviks. Umumnya banyak di antara mereka tidak menyadari gejala yang timbul pada penyakit ini. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Minimnya pengetahuan mengenai kanker serviks membuat sejumlah wanita tidak mempedulikan gejala yang timbul. Banyak dari mereka menganggap remeh beberapa gejala ringan yang muncul. Padahal, jika didiamkan akan menyebabkan ancaman yang besar.

“Awalnya, gejala yang muncul pada penderita kanker serviks tidak terlalu berat tetapi harus diperhatikan karena jika didiamkan akan semakin parah,” tutur Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kota Depok, Agus Gojali, saat memberikan pemaparan pada sosialisasi Penyakit Tidak Menular (PTM) di aula lantai 1 Balai Kota Depok, Senin (20/10/2015).

Adapun gejala yang timbul bagi penderita kanker leher rahim tersebut antara lain timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan, keputihan yang berlebihan dan tidak normal, pendarahan di luar siklus menstruasi, penurunan berat badan secara drastis, nyeri punggung yang menyebar ke panggul, serta hambatan dalam berkemih.

Gejala tersebut akan timbul jika penderita kanker sudah cukup lama mengidap penyakit nomor satu pada perempuan ini. Adapun untuk tahap awal tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati, sehingga jika kita ingin tahu apakah mengidap kanker serviks atau tidak sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin.

“Wanita yang sudah pernah melakukan hubungan sangat disarankan melakukan pap smear secara rutin sebagai upaya deteksi dini kanker serviks,” tambah Agus.

Kanker serviks sendiri terjadi di daerah mulut rahim yaitu antara mulut rahim dan liang vagina. Penyakit ini disebabkan oleh hubungan sex beresiko, radiasi, dan paparan zat kimia. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :