MUI Kota Depok menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM2) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 di aula kantor MUI Kota Depok, Kamis (20/12/18). (Foto: Jose/Diskominfo)

depok.go.id- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui Komisi Kerukunan Umat Beragama melakukan sosialisasi terkait Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM2) Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 kepada para ketua MUI tingkat kecamatan dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Sosialisasi tersebut dilakukan di aula kantor MUI Kota Depok, Kamis (20/12/18).

Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Kota Depok, Idrus Yahya mengatakan, peraturan tersebut perlu disosialisasikan kepada semua stakeholder. Pasalnya, dalam peraturan tersebut mengatur tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

“Sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman terkait PBM2 agar kita terus menjaga kerukukan antar umat beragama khususnya di Kota Depok,” tutur Idrus, ,sapaannya, kepada depok.go.id, disela-sela kegiatan tersebut.

Idrus mengatakan masyarakat di Kota Depok sangat heterogen yaitu berasal dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Dengan begitu, perlu untuk terus menjaga kerukunan umat beragama guna menciptakan Kota Depok yang aman dan damai.

“Kita juga mengimbau agar kerukunan umat beragama di Depok terus ditingkatkan, sehingga masing-masing dari kita bisa menjalankan aktivitas,” katanya.

Dirinya menambahkan, melalui sosialisasi tersebut pihaknya juga ingin memberikan pemahaman terkait pendirian rumah ibadat khususnya masjid. Sebab, menurutnya, hingga saat ini masih terdapat masjid yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Untuk itu dalam sosialisasi ini kami mengundang para Ketua MUI tingkat kecamatan dan DKM. Agar nantinya masjid yang belum memiliki IMB segera dilengkapi, karena saat ini pembuatan IMB untuk rumah ibadah tidak dipungut biaya,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :