Ciliwung

BERDISKUSI: Ketua Komunitas Ciliwung Depok, Taufiq D.S (baju hijau) melakukan diskusi kepada Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Martinho Faz di Kantor Diskominfo Kota Depok, Senin (20/02/2017). (Foto: Rita/Diskominfo)

depok.go.id- Sungai Ciliwung memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok telah berencana membangun ekowisata Ciliwung. Hal tersebut, didukung oleh Komunitas Ciliwung Depok.

“Kita sangat mendukung mendengar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menyelenggarakan wisata sungai atau ekowisata Ciliwung. Kita menyambut baik, karena sejak dulu Komunitas Ciliwung Depok beraktifitas di sungai dan melihat potensi wisata di Ciliwung Tengah,” jelas Ketua Komunitas Ciliwung Depok, Taufiq D.S saat ditemui di Kantor Diskominfo Depok, belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menuturkan, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas sudah turut membantu meningkatkan Sungai Ciliwung sebagai tempat wisata. Namun, pihaknya juga membutuhkan bantuan dari masyarakat sekitar, untuk turut menjaga dan merawat kebersihan Ciliwung.

“Kita tetap berusaha mengajak masyarakat, supaya mengurangi pembuangan sampah dan limbah ke Ciliwung,” katanya.

Dikatakannya, wilayah sepadan Ciliwung merupakan daerah konservasi yang bukan untuk dijadikan lahan untuk mendirikan bangunan. Karena itu, pihaknya terus mengajak warga Depok, khususnya warga yang tinggal disekitar Sungai Ciliwung, agar menjaga kelestarian dan kebersihan.

“Kegiatan yang kita lakukan lebih ke wisata konservasi. Jadi kawan-kawan membuat kegiatan yang mengarah ke perawatan sungai seperti bebenah Ciliwung, kemudian menyelusuri Sungai Ciliwung. Semua pesertanya dibekali dengan trashbag, informasi-informasi tentang perumahan yang mengalih fungsi sepadan sungai, dan pabrik-pabrik yang membuang limbah ke sungai,” jelasnya.

Ia melanjutkan, terutama disaat-saat air sungai surut. Menyebabkan sampah-sampah menempel di tebing dan vegetasi sungai. Hal tersebutlah yang menjadi sasaran kegiatan bebenah Ciliwung.

“Kita mendorong Pemkot Depok agar kolong jembatan dijadikan kawasan taman edukasi Konservasi Ciliwung. Karena di sana aksesnya bagus, kemudian sepadannya masih hijau dengan hutan bambu,” paparnya.

Taufiq menambahkan, komunitasnya sudah membuat taman edukasi konservasi Ciliwung. Ia pun berharap, pemerintah bisa ambil inisiatif untuk membangunnya, karena Depok itu, dilalui oleh Sungai Ciliwung sepanjang 24 KM panjangnya.

“Selanjutnya supaya pemerintah menetapkan Garis Sepadan Sungai (GSS) yang terlihat tanda-tanda, sehingga tidak adanya lagi rumah-rumah yang dibangun di sungai sungai,” tutupnya.

Penulis: Nurul Darojat

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :