Suasana terminal Jatijajar. (Foto : Janet/ diskominfo)

depok.go.id-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok hari ini melakukan penindakan kepada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tidak masuk ke dalam Terminal Jatijajar. Penindakan tersebut, sesuai kesepakatan yang dibuat 13 Maret 2019, di mana bus AKAP diwajibkan masuk Terminal Jatijajar dengan masa transisi satu minggu.

“Sebelumnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Dishub Depok sudah berkoordinasi dengan Polresta Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polres Kabupaten Bogor dan kementerian membentuk tim terpadu guna mengoptimalkan operasional Terminal Kelas 1A Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok. Hari ini tanggalnya, jadi kita akan tertibkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana kepada depok.goid, Kamis (21/03/2019).

Dikatakannya, dalam waktu satu minggu pihaknya telah memberikan imbauan dan informasi tersebut kepada pengelola bus AKAP. Karena itu, jika hari ini bus AKAP masih ada yang membandel tidak pindah operasional ke Terminal Jatijajar, pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa teguran hingga pencabutan izin trayek.

“Rute bus AKAP itu dari Terminal Jatijajar keluar melalui Tol Citeureup, sedangkan masuk bisa dari Tol Citeureup atau Cijago. Jadi tidak ada bus AKAP yang keluar Terminal Jatijajar melewati Jalan Raya Bogor – Tol Cijago. Untuk bus AKDP masih ada waktu penyesuaian hingga 13 April 2019,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, kini Kota Depok memiliki dua terminal yang berbeda peruntukannya yaitu terminal tipe A di Jatijajar dan tipe C di Margonda. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya.

“Insya Allah, Terminal Jatijajar cukup nyaman. Sedangkan Terminal Margonda hanya untuk angkutan kota, angkutan Jabodetabek dan juga angkutan bandara,” ucapnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :