jean karatedepok.go.id- Kecintaanya terhadap olahraga karate sejak umur 12 Tahun, akhirnya membuat Jean Elizabeth Rohty (44) mengabdikan dirinya menjadi karateka asal Kota Depok. Meskipun olahraga tersebut identik dengan laki-laki. Namun, Jean membuktikan perempuan dapat mencetak prestasi dari berbagai kejuaran.

Kini, Jean pun menjadi pelatih di perguruan karate miliknya. Seluruh perjuangannya membuktikan semangat dari pahlawan emansipasi perempuan Raden Ajeng Kartini dimaknai oleh Jean untuk mengabdikan diri di dunia karate.

“Karate itu melatih mental dan disiplin juga keberanian untuk terus mau berprestasi,” ucapnya kepada depok.go,id, Jumat (21/04/2017).

Jean menceritakan, dirinya pernah memenangkan kejuaraan nasional Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) tingkat junior di tahun 1988. Kemudian, pada tahun 1989, Jean memenangkan kejuaraan nasional tingkat senior. Dikatakannya, sebagai pelatih, Jean memiliki tekad yang kuat hingga akhirnya mempunyai dojo atau tempat latihan. Hal tersebut menjadi kebanggaan bagi Jean. Karena melihat anak didiknya menjadi sukses dalam bidang karate.

“Dengan melihat anak didik kita sukses menjuarai pertandingan karate menjadi kebanggaan tersendiri. Misalnya atlet andalan Kota Depok, Rahmad Darmawan yang sudah menjuarai Pekan Olahraga Nasional (PON) beberapa waktu lalu. Sedangkan, untuk atlet lainnya ada Putri Sari Damayanti dan Faradiba Riani,” jelasnya.

Jean pun menambahkan, makna dari Hari Kartini menjadi momentum emansipasi wanita untuk persamaan hak dengan kaum laki-laki. Di era kini, sambungnya, sudah banyak kesempatan yang didapat oleh wanita di Indonesia. Sebab, saat ini perempuan sudah mandiri. Tetapi, harus diingat kodrat perempuan dapat berdampingan dengan dan pria.

“Di tempat latihan saya lebih banyak wanita yang berlatih. Dalam peringatan Hari Kartini, berharap karateka wanita bisa diberi ruang seluas-luasnya untuk berprestasi,” tandasnya.

Penulis: Janet

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :