atlet dayung1

Mantan Atlet Dayung Kota Depok Santyawati (Kanti). (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id-  Peringatan Hari Kartini dijadikan momentum bagi wanita untuk terus mengukir karya. Banyak perempuan di nusantara khususnya Kota Depok yang telah mencetak berbagai prestasi. Salah satunya adalah Santyawati atau yang kerap disapa Kanti yang merupakan atlet Dayung asal Kota Depok.

Kanti cukup banyak menoreh prestasi di bidang cabang olahraga dayung, seperti halnya kejuaraan hingga kelas Internasional memperoleh medali emas di SEA Games, dan menyumbangkan tiga perak pada Asian Games di Guangzhou, Tiongkok.
“Saya sudah bergelut di bidang dayung selama 14 tahun, banyak rintangan yang saya hadapi untuk membela Kota Depok dalam menuai prestasi. Alhamdulillah, berkat usaha dan latihan yang tekun dan di bina secara baik oleh Pengurus Cabang (Pengcab) dayung, akhirnya dapat medali dari hasil jerih payah saya” katanya kepada depok.go.id, Jumat (21/04/2017).
Kanti yang sekarang bekerja menjadi pegawai honorer di Pemerintah Kota (Pemkot)  Depok sejak 2003, mengakui dirinya memang sudah menekuni olahraga dayung sejak berusia 13 tahun. Kandi pun sejak itu untuk pertama kali mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun 2000 dan langsung mendapatkan medali perunggu.
Lebih lanjut Kanti menuturkan, sejak kejuaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2014 dan dirinya berhasil mendapatkan medali perunggu, Kanti mengalami cedera yang mengharuskan dirinya terhenti dari dunia dayung, tetapi itu semua tidak menghalangi niatan untuk melatih penerus atlet di Kota Depok.
“ Sejak saya vakum dari dunia dayung, bukan berarti saya melupakan cabor dayung, justru saya ingin memberikan pelajaran dan berbagi pengalaman kepada atlet muda yang bergabung dengan pengcab dayung Kota Depok agar tetap semangat meraih cita-cita,” jelasnya.
Memaknai Kartini, Kanti pun berpendapat, emansipasi wanita dalam arti yang paling sederhana adalah saat perempuan dapat mandiri dalam hidupnya. Termasuk juga dalam prestasi wanita di era sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab menurutnya, banyak perempuan yang bisa mensejajarkan diri dengan kaum pria, bahkan tak jarang kedudukan wanita lebih tinggi daripada pria di segala bidang baik di ekonomi, sosial, politik dan olahraga.
“Dalam olahraga sendiri saya mengabdikan diri untuk melatih anak-anak dengan segala keterbatasan sarana serta keilmuan yang saya miliki itu adalah prestasi bagi saya,” ucapnya.
Kanti menambahkan tantangan, Kartini era kini harus menjalankan peran ganda tanpa harus meninggalkan perannya sebagai wanita. Karena disatu sisi harus produktif dalam karir maupun kehidupan bermasyarakat, disisi lain harus mengabdi kepada orangtua dan sebagai istri untuk suami, menjadi ibu untuk panutan anak-anaknya kelak.
“Tujuan Kartini adalah menjadikan wanita lebih cakap dalm menjalankan kewajiban bukan untuk menjadikan wanita saingan kaum pria,” pungkasnya.
Penulis: Janet
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita
Diskominfo
Bagikan post melalui :