Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Senin, 21 Mei 2012

Memorandum of Agreement (MoA) antara Pemkot Depok dan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB dilaksanakan di ruang sidang Fateta IPB pada Senin (21/5) siang. Penandatanganan MoA yang berisi tentang kerjasama pengembangan beras ODNR untuk mendukung kegiatan ODNR di Kota Depok dilakukan oleh Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il dan Dekan Fateta Dr. Sam Herodian.

Dekan Fateta IPB menginformasikan bahwa awal mula penemuan beras yang berbahan dasar jagung, singkong, dan bahan lain (kecuali padi) dinamakan sebagai beras analog. “ODNR adalah sebuah gerakan yang berdampak untuk kepentingan nasional, untuk itu, kami mengganti nama beras analog menjadi beras ODNR. Terima kasih atas kerjasama ini, semoga kerjasama ini akan bermanfaat bagi IPB, Kota Depok, dan juga bangsa Indonesia. Kami berharap, kerjasama ini tak hanya sebatas ODNR saja, tetapi juga produk lain. Semoga kerjasama ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk menerapkan pola makan yang bervariasi dengan diversifikasi pangan sehingga tidak tergantung lagi pada beras/padi” harap Dr. Sam sekaligus promosikan beras ODNR. Dr. Sam juga akan mempelajari lebih dalam tentang gerakan ODNR sehingga nantinya bisa membuka kantin ODNR di lingkungan Fateta IPB serta mengimplementasikan gerakan tersebut.

Pemimpin Kota Depok mengawali sambutan dengan menceritakan kronologis tercetusnya gerakan ODNR yang sempat menjadi topik utama bagi para awak media selama beberapa pekan. “Semangat lahirnya ODNR dan tekad kami untuk mengaplikasikan ada beberapa hal, yaitu melaksanakan perubahan sikap dan mental bangsa agar tidak tergantung pada beras/padi, melaksanakan perubahan gaya hidup dan pola makan agar melakukan diversifikasi pangan dengan sajian menu yang beragam, berimbang, dan bergizi, dan melaksanakan perubahan orientasi pola pikir bahwa sebenarnya sumber makanan/ karbohidrat tidak hanya berasal dari beras saja, karena sumber makanan yang sebenarnya bisa diramu menjadi makanan yang sehat dan menyehatkan” papar Walikota yang menginformasikan orang Indonesia cenderung mengalami kegendutan akibat obesitas hingga 19% dan terindikasi hipertensi hingga 16%, semua itu bersumber dari pola konsumsi orang Indonesia yang mayoritas mengkonsumsi menu yang dominan karbohidrat, dan karbohidratnya adalah nasi.

“ODNR adalah gerakan penyadaran untuk menurunkan ketergantungan dari konsumsi beras dan pengenalan keanekaragaman sumber karbohidrat lain sehingga kita tidak tergantung lagi pada lahan sawah, karena masih banyak lahan perkebunan yang sempat terlantar dan tidak disikapi sebagai sumber pangan, seperti jagung, singkong, ubi, dan masih banyak lagi. Dengan lahirnya beras ODNR dari IPB, cita-cita kami untuk terus sosialisasikan gerakan ODNR hingga nusantara bisa terlaksana, karena IPB memiliki teknologi pangan yang menjanjikan dalam mengolah semua bahan pangan lokal. Semoga kerjasama ini bisa mensukseskan gerakan ODNR karena IPB adalah mitra Pemkot yang sangat prospektif untuk melahirkan menu-menu ODNR. Semoga kerjasama ini dapat mengkokohkan semangat kita untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan merajut kembali kedaulatan pangan lokal” tutur Walikota. MoA dilanjutkan dengan paparan tentang beras ODNR oleh Direktur F-Technopark Fateta IPB Dr Ir Slamet Budijanto dan diakhiri dengan demo masak nasi goreng dengan bahan dasar nasi jagung serta makan siang dengan menu ODNR lainnya, seperti mie jagung berkuah bakso, dan nasi bakar yang juga nasinya berbahan dasar jagung. (ols)

 

Bagikan post melalui :