Pemberian KIA pada pelayanan one Day service belum lama ini. ( Foto : Janet /Diskominfo)

depok.go.id-Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Diarmansyah mengatakan, pelayanan pembutan Kartu Identitas Anak (KIA) dibuat secara bertahap. Hal ini dikarenakan Disdukcapil Depok fokus mengganti KIA lokal ke taraf nasional.

Menurutnya, sebelum KIA nasional diluncurkan, Depok telah lebih dahulu membuat KIA lokal. Pada tahun 2015 KIA merupakan program lokal Pemerintah Kota Depok berdasar Peraturan Wali Kota Depok Nomor 35 Tahun 2015 dengan masa berlaku selama 2 tahun.

“Pada tahun 2016 pemerintah pusat menggulirkan program penerbitan KIA secara nasional, melalui Permendagri No 2 Tahun 2016 tentang KIA. Masa berlaku KIA dibagi 2 tahap, masa berlaku anak usia 0-16 tahun sampai dengan umur 5 tahun dan untuk anak usia 0-16 tahun, sampai dengan anak usia 17 tahun,” ujarnya kepada depok.go.id, Rabu (21/08/2019).

Dirinya menjelaskan, pada tahun 2016 Kemendagri hanya membiayai KIA untuk 50 kabupaten/kota se- Indonesia, tidak termasuk Kota Depok. Sehingga masih sedikitnya anak yang memiliki KIA, karena Disdukcapil Depok menargetkan pembuatannya secara bertahap.

“Depok tidak termasuk kota yang diberi anggaran. Pembuatan KIA di Depok menggunakan APBD. Pembuatan KIA tidak wajib, namun akan kita buatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Identitas Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Jaka Susanta menuturkan, berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) semester 1 tahun 2019 dari 501.168 anak baru 140.578 yang sudah memiliki KIA. Pemkot Depok sendiri telah menargetkan KIA pada tahun 2016 sebanyak  29.000 anak. Sementara itu, pada 2017 hingga  2019 targetnya 49.000 anak.

“Karena pada 2016 Kemendagri luncurkan KIA nasional, akhirnya kita cetak lagi untuk KIA lokal yang telah lebih dahulu kami cetak untuk diganti menjadi KIA nasional. Kenapa terkesan lambat, karena memang belum wajib dan baru direncanakan dan dianggarkan sesuai dengan target saja. Jadi, ketika pemohon melebihi target, maka penyelesaiannya menjadi terkendala,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :