Suasana pelatihan Simpok Sehat yang ikuti puluhan admin Pokja dan FKKS di Balai Kota Depok belum lama ini. ( Foto : Janet/Diskominfo)

Sejumlah persiapan telah dilakukan menjelang verifikasi Kota Sehat tahun 2019. Salah satunya, dilakukan oleh Forum Kota Depok Sehat (FKDS) dengan memaksimalkan program Sistem Informasi dan Manajeman Kota Sehat (Simpok Sehat).

Sekretaris FKDS, Sukihananto mengatakan, manajemen yang baik menjadi salah satu poin penting dalam verifikasi Kota Sehat. Menurutnya, Simpok Sehat menjadi pusat data, di mana semua kegiatan Kota Sehat dapat terangkum.

“Kita sudah punya aplikasi website bernama Simpok Sehat. Kemarin, kami memberikan pelatihan kepada 63 admin (Pokja) dan 11 admin Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), agar mereka dapat mengisi dan melaporkan kegiatannya di dalam Simpok Sehat,” ujarnya kepada depok.go.id, Rabu,(21/08/2019)

Dirinya menjelaskan, penilaian Kota Sehat berdasarkan pada aturan 9 tatanan. Untuk tahun ini, Depok telah berupaya memenuhi 7 tatanan. Idealnya, setiap kelurahan maupun kecamatan harus memiliki lokus 7 tatanan, sehingga melalui Simpok Sehat para Pokja dan FKKS dapat menginput data tersebut.

“Simpok Sehat memudahkan pekerjaan, serta memudahkan dalam mencari data. Keaktifan setiap wilayah dapat terlihat oleh kami, agar dapat kami pantau dan dibina terus,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan untuk mendapatkan Swasti Saba Wistara. Dengan membina semua lokus 7 tatanan.

“Simpok Sehat dapat memonitor pekerjaan Pokja dan FKKS dalam mengelola lokus empat tatanan yang ada ditambah dua lokus tambahan yaitu, Tatanan Industri dan Perkantoran yang Sehat dan Tatanan Kawasan Pariwisata,” tutupnya.

 

Penulis : Janet Swastika

Editor : Dunih

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :