pelantikan pengurus p2tp2a

depok.go.id – Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il melantik Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok di aula lantai 5, Balai Kota Depok, Senin (21/9/15) sore tadi. Ketua TP PKK Kota Depok, Dandim 05/08, perwakilan kepolisian, perwakilan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah dan camat se-Kota Depok turut hadir dalam pelantikan tersebut.

Pembentukan pengurus P2TP2A bertugas untuk memberikan pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. P2TP2A yang dibina oleh Nur Azizah Tamhid yang juga istri dari Walikota Depok ini merupakan wadah sebagai upaya pemberdayaan perempuan dan akselerasi tercapainya keadilan dan kesetaran gender. Adapun Ketua P2TP2A kali ini dijabat oleh Resyanurhaeti untuk masa periode 2015-2018.

“P2TP2A merupakan wadah kegiatan fisik, informasi, rujukan, konsultasi, dan advokasi bagi perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan yang dipandang perlu untuk dilindungi dan dibantu agar dapat menyelesaikan masalahnya” jelas Nur Mahmudi saat memberikan sambutan.

P2TP2A merupakan suatu wadah yang berkesinambungan untuk memberdayakan kaum ibu dan anak-anak dengan harapan tertatanya sebuah sistem kehidupan yang lebih baik, sehingga tidak ada lagi kasus KDRT di Kota Depok. Terbentuknya P2TP2A juga diharapkan dapat melahirkan sebuah konsep kehidupan anak-anak dan perempuan yang jauh dari problema kesehatan dan problema sosial.

Dia juga menambahkan, kasus tawuran antar pelajar hingga merenggut nyawa seseorang patut dijadikan perhatian semua pihak bukan hanya P2TP2A saja. Dinas pendidikan dirasa perlu untuk melibatkan orangtua dalam hal penjembatan komunikasi antar kedua belah pihak.

“Lembaga pendidikan wajib libatkan orangtua untuk memperkuat komunikasi agar anak mampu mengukur diri untuk bertanggung jawab,” tambah Nur Mahmudi.

Di akhir sambutannya, Nur Mahmudi tak lupa mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, serta berterima kasih atas ketersediaan dan kerelaannya untuk menjadi pengurus. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :