Ketua Tim Penilai Provinsi Jabar Inge Wahyuni memberikan sambutan dalam kegiatan Evaluasi dan Verifikasi Akhir Program P2WKSS di RW 10 Tahun 2019 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Rabu (20/11/2019). (Foto : Diskominfo)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi Kota Depok yang sudah responsif gender. Hal tersebut dibuktikan dengan data Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Kota Depok, menunjukkan jumlahnya terus membaik.

“Tidak bisa dimungkiri, pemberdayaan perempuan di Kota Depok terus menunjukkan peningkatan. Terbukti dari data BPS, IPG Kota Depok sudah mencapai 92 persen. Masih sisa delapan persen dan ini kita jadikan pekerjaan rumah (PR) bersama,” ujar Ketua Tim Penilai Provinsi Jabar, Inge Wahyuni, saat kegiatan penilaian P2WKSS di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Rabu (20/11/2019).

Dikatakannya, jika dikerjakan secara bersama-sama dan masif, dirinya optimistis delapan persen tersebut bisa terselesaikan.

“Kami juga mendapat informasi kepala dinas, kepala bidang dan kepala seksi di Kota Depok, 50 persennya diisi oleh perempuan. Ini juga menunjukkan peningkatan. Kita ingin membuktikan, bahwa perempuan juga bisa setara dengan laki-laki,” katanya.

Seperti diketahui, Kota Depok juga telah mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 yang dianggap telah mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

“Penghargaan APE yang sudah didapat oleh Kota Depok merupakan bukti Depok sudah responsif gender, dan ini menjadi konsen yang terus ditingkatkan melalui program berbasis gender. Mudah-mudahan bisa terus konsisten,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih

 

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :