FGD Bangun Kota Ramah Lansia

Forum Group Discuss membahas Naskah Akademis Perda Kota Ramah Lansia di Ruang Roedjito, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Senin (21/12/2015). (Foto Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Pelayanan yang optimal bagi penduduk lanjut usia memungkinkan mereka untuk terus bisa mandiri, beraktivitas dan hidup layak sesuai usianya. Upaya mecapai hal tersebut, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) melaksanakan Forum Group Discuss dengan membahas Naskah Akademis Perda Kota Ramah Lansia di Ruang Roedjito, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Senin (21/12/2015).

“Tujuaannya adalah sebagai langkah awal menyusun Perda untuk mewujudkan Kota Depok sebagai Kota Ramah Lansia yang secara eksklusif memberikan hak tinggal kepada masyarakat lanjut usia secara nyaman dan bermanfaat,” ujar Diah.

Diah mengatakan dengan adanya Perda, Pemkot Depok akan mempunyai acuan serta payung hukum untuk mengembangkan Kota Ramah Lansia dan semua usia secara bertahap serta berkesinambungan secara holistik untuk menjadi acuan semua OPD dan masyarakat.

Depok menurut sensus tahun 2010 memiliki jumlah penduduk 1.962.160 jiwa, dengan usia produktif 15-64 tahun sebesar 1.261.100 (62%), sementara usia 65 tahun ke atas sebanyak 51.922 jiwa (2,64%), dengan usia harapan hidup tertinggi di Indonesia, yaitu 73,7 persen. Dari data tersebut, diperkirakan akan ada banyak pergeseran usia produktif menjadi usia Lansia.

“Untuk itu perlu ada payung hukum berupa Perda sebagai bentuk antisipasi terhadap penambahan Lansia tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Lansia Depok, Puriyati Kasmadi, yang turut hadir dalam FGD tersebut mengatakan dukungan terhadap pengadaan Perda tentang Lansia. Menurutnya hal tersebut diperlukan sebagai langkah untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap Lansia. Melalui Perda tersebut, diharapkan nantinya akan menjadi dorongan untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung keberadaan Lansia di Kota Depok.

“Dengan adanya Perda, diharapkan proses pembangunan sarana dan prasarana menjadi lancar. Misalkan, kita ini membutuhkan rumah Lansia, penyebrangan JPO untuk Lansia, serta kegiatan-kegiatan untuk memberdayakan Lansia,” ujar Puriyati. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :