fkds_capacity building

Wakil Ketua FKDS, Sukihananto, saat membuka capacity building pembinaan bagi Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), dan Pokja Kelurahan Sehat di Saung Joglo Nusantara, Pengasinan, Kamis (21/12/2017).

depok.go.id – Suksesnya Depok menggondol penghargaan Kota Sehat untuk tingkat Swasti Saba Wiwerda tahun 2017, tak lepas dari capaian 4 tatanan yang berhasil dilakukan. Namun, untuk membidik Swasti Saba Wistara dua tahun mendatang, Forum Kota Depok Sehat (FKDS) akan mengupayakan 2 tatanan lagi agar target tersebut tercapai.

“Masih ada 3 tatanan yang masih bisa dicapai yaitu kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan industri dan perkantoran sehat, serta kawasan pariwisata sehat. Dari ketiga tatanan itu kita akan pilih dua tatanan untuk mendapatkan Swasti Saba Wistara di tahun 2019 mendatang,” ujar Wakil Ketua FKDS, Sukihananto, usai membuka capacity building pembinaan bagi Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), dan Pokja Kelurahan Sehat di Saung Joglo Nusantara, Pengasinan, Kamis (21/12/2017).

Dikatakannya untuk meraih kesuksesan predikat Kota Sehat seperti tahun 2017 ini tentunya membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, baik di tingkat kota hingga kelurahan.

“Kita harus tingkatkan komitmen kita sebagai pegiat Kota Sehat, baik FKDS, FKKS, atau pun Pokja Kelurahan sehat. Kita juga perlu dukungan dari camat dan lurah setempat tentunya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Tri Wahyuningsih menjelaskan, prestasi Swasti Saba Wiwerda yang sudah berhasil diraih berkat kerja keras dari FKDS, FKKS, hingga Pokja Kelurahan Sehat. Hal itu menurutnya tidak dapat dicapai tanpa ada kekompakan dan kerja sama yang efektif berbagai pihak di dalamnya, karena predikat Kota Sehat ini tidak serta merta didapatkan. Namun, berdasarkan penilaian dan kerja keras yang dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun.

“Kerja-kerja kita tidak dadakan, bukan penilaian Sangkuriang. Kota Sehat tidak bisa seperti itu,” tegasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :