kasatpol pp2

Kasatpol PP memberi arahan dalam kegiatan Trobel di depan Terminal Depok, belum lama ini. (Foto : Dok. Satpol PP)

depok.go.id – Tingginya volume kendaraan jelang Natal dan Tahun Baru, diantisipasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dengan lebih intensif memonitor Pedagang Kaki Lima (PKL). Sebab, keberadaan PKL yang kerap menggunakan trotoar, membuat pejalan kaki terpaksa turun ke bahu jalan sehingga menghambat laju kendaraan yang melintas.

“Kami lebih intens memonitor keberadaan PKL yang menggunaan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum). Dengan memperpanjang inovasi Trotoar Bebas PKL (Trobel) di sepanjang Margonda. Apalagi jelang Natal dan Tahun Baru, yang mana intensitasi kendaraan semakin meningkat,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mi’raz, di Balai Kota, Kamis (21/12/17).

Lebih dari itu, kata Dudi, pihaknya juga memonitor PKL dengan mengerahkan beberapa petugas untuk berpatroli ke jalan-jalan strategis seperti sepanjang Margonda dan Juanda.

“Ini untuk meminimalisir kemacetan yang timbul akibat PKL yang berjualan tidak pada tempatnya. Akan terus kita monitor,” ucapnya.

Sebelumnya, Satpol PP telah meluncurkan inovasi Trobel sejak tanggal 09 Oktober lalu yang rencananya akan berjalan selama 10 hari. Namun, karena efektif dan sangat membantu pengguna jalan dalam menikmati Fasum seperti trotoar, kebijakan Trobel diperpanjang kembali.

“Sudah kami luncurkan sejak Senin (09/10) lalu, kegiatannya saat ini masih terus uji coba, yaitu dengan mengerahkan 2 regu Satgas Pol PP untuk berjaga di trotoar sepanjang 350 meter. Dari depan pusat perbelanjaan ITC sampai dengan pertigaan Lampu Merah Ramanda,” kata Dudi.

Untuk jam operasi, pihaknya mengatakan masih sama dengan kebijakan sebelumnya, yaitu pukul 16.00 WIB-21.30 WIB. Satgas juga dibekali dengan kendaraan operasional berupa roda empat sebanyak 2 unit dan 1 unit kendaraan roda enam atau truk.

“Di jam-jam tersebut biasanya PKL mulai menggelar dagangannya, karena banyak orang yang lalu lalang pulang kerja. Kalau pagi, tidak ada PKL di trotoar, makanya kami pilih jam sibuk. Kami juga menyiapkan truk, jika ada yang membandel, dagangannya kami angkut,” pungkas mantan Asisten Tata Praja Praja Kota Depok itu.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :