depok.go.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Dimyati Badruzzaman, mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke pengurus RT jika ada pengajian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan mencurigakan di malam hari, karena ini menjadi ciri paham radikal. Berdasarkan laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti hingga ke tingkat kota. Hal ini agar masyarakat terhindari dari aliran sesat yang tidak sesuai dengan kaidah agama seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru-baru ini meresahkan masyarakat.

“Biasanya memang tidak terang-terangan karena khawatir pahamnya diketahui, untuk itu bantuan berupa laporan dari warga sangat diperlukan,” ujar Dimyati.

Meski begitu, Dimyati mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui keberadaan Gafatar di Depok. Pihak MUI sendiri akan melakukan penelitian jika ada aduan dari masyarakat yang dianggap meresahkan.

“Sampai saat ini kami belum ada laporan dari masyarakat terkait Gafatar, baik jumlah mereka berapa, basisnya di mana dan cara perekrutan anggota seperti apa,” jelasnya.

Di MUI sendiri ada bidang penelitian jika ada paham radikal di Depok, dan itu berkat laporan dari warga. Setelah diteliti di keberadaannya, nanti akan dicari pemimpinnya untuk dipanggil dan ditindaklanjuti. Sampai saat ini memang belum ada laporan dari warga mengenai paham Gafatar di Depok.

“MUI sendiri selalu memberikan imbauan ketika menjadi imam, khatib, atau berceramah kepada warga. Hal ini untuk menghindari paham-paham radikal yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” jelas Dimyati. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :