depok eco friendly

Sri Suparwati memerlihatkan produk daur ulang kepada Bunda Elly Farida di Festival UMKM Kota Depok, Sabtu (22/04/2017). (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Depok 2017 yang berlangsung di Balaikota Depok 20-22 April 2017, tidak hanya menjadi ajang pelaku usaha kuliner untuk menaikkan omzet usaha. Tapi, juga jadi sarana yang efektif bagi Komunitas Sahabat Lingkungan Depok Eco Friendly memperkenalkan produk kerajinan hasil daur ulang.

 

Sri Suparwati, Founder  Komunitas Sahabat Lingkungan Depok Eco Friendly menjelaskan, produk yang dia jajakan ini 100 persen merupakan hasil daur ulang sampah atau bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Selama tiga hari ini, banyak produknya yang diminati masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

 

“Ada beberapa yang dibeli oleh pengunjung, seperti tas dari plastik kresek dan juga bungkus kopi sachet,” ujar Sri, Sabtu (22/04/2017).

 

Sri mengatakan, untuk mengikuti bazar ini pihaknya tidak begitu memikirkan keuntungan penjualan, tapi lebih kepada pengenalan produk daur ulang kepada masyarakat luas. Menurutnya, produk daur ulang buatan tangan tidak kalah bagus daripada produk pabrik yang menggunakan mesin. Terbukti dari berbagai produk yang ia jajakan, yang paling diminati adalah tas dari kantong plastik

 

“Selain itu, intinya produk daur ulang kan lebih ramah lingkungan. Bahkan, justru melestarikan lingkungan karena mengurangi volume sampah,” tambahnya.

 

Dirinya mengatakan, produk yang dijual ini memiliki harga yang variatif tergantung tingkat kesulitan membuatnya. Contohnya adalah produk tas yang terbuat dari anyaman bungkus kopi sachetan yang dibanderol seharga Rp 250 ribu.

 

“250 ribu itu adalah harga per sachet kopi, satu sachet adalah seribu dan tas ini terbuat dari 250 bungkus kopi,” sebutnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :