festival umkm_2

Stan Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Depok 2017. (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Depok 2017 yang diadakan sejak 20-22 April 2017 di Balaikota Depok, resmi ditutup.  Kegiatan yang ditujukan sebagai promosi produk lokal itu, membuat pelaku usaha cukup puas, karena omzetnya ikut terangkat.

Ferry salah satu peserta Festival UMKM yang berjualan makanan bermerk, Dimsum 100 Persen mengaku, stannya meraup Rp 1,5 juta selama tiga hari ini. Omzet sebesar itu, karena banyak pengunjung yang datang dan membeli produknya. Selain itu, pengunjung juga dapat informasi bagaimana mendapatkan dimsumnya dari penuturannya langsung.

“Omzetnya lumayan besar, karena banyak pengunjung yang datang, dan antusiasnya sangat besar sekali di acara ini,” jelas Fery, Sabtu (22/04/2017).

Selama mengikuti kegiatan ini, Ferry mengaku pembelinya stabil. Terlebih, Ferry yang memulai usaha di Pasar Pucung setahun lalu, tidak mematok harga tinggi atas dagangannya. Ia menjual dimsumnya hanya sebesar Rp10 ribu/porsi.

“Diundang Pak Camat diminta ke sini. Ya, kalau ada kegiatan bazar suka ikut,” tuturnya.

Dirinya berharap melalui kegiatan-kegiatan yang digagas Pemkot Depok, usahanya lebih dikenal dan maju. Dia juga mengusulkan agar Pemkot Depok bisa terus melibatkan pelaku usaha mikro lokal dalam kegiatan-kegiatan baik di Balaikota atau di tempat lainnya.

“Yang penting bagi saya itu agar produk saya bisa dikenal dulu oleh masyarakat, karena saya pun baru setahun merintis usaha ini,” harapnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, M Fitriawan mengakui, ajang ini memang lebih difokuskan kepada pengenalan produk usaha mikro, karena itu yang terpenting adalah bagaimana para pelaku usaha bisa menjajakan produknya dan usahanya makin dikenal oleh masyarakat. Selain itu, juga turut merasakan euforia HUT Kota Depok ke-18.

“Soal omzet kami tidak terlalu memikirkan, karena itu adalah murni urusan mereka,” katanya.

Dirinya menyebutkan, dalam kegiatan itu ada 40 stan yang melibatkan 67 pelaku usaha mikro dari berbagai bidang, baik itu kuliner, kerajinan dan pakaian. Menurutnya, pengisi stan adalah pelaku usaha yang sebelumnya tidak pernah mengikuti  acara yang diadakan oleh DKUM, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa menjajakan produknya kepada masyarakat.

“Sengaja kami memilih mereka yang belum pernah kami ajak ikut bazar di kegiatan kami sebelumnya,” pungkasnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :